Maros, katasulsel.com — Ruang evaluasi di Kantor Bupati Maros, Jumat (19/6/2026), tidak hanya membahas angka, tetapi juga memperlihatkan peta kinerja yang mulai terbaca jelas: siapa yang sesuai target, siapa yang tertinggal, dan siapa yang melampaui ekspektasi.

Hingga Mei 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros telah mencapai sekitar 40 persen dari target tahun ini, atau setara kurang lebih Rp140 miliar dari total target Rp347 miliar.

M. Ferdiansyah menyebut capaian tersebut masih berada di jalur yang diharapkan. Ia optimistis, pada bulan-bulan berikutnya realisasi bisa menembus 50 persen.

“Semoga bulan depan sudah mencapai 50 persen,” ujarnya.

Evaluasi itu juga dihadiri Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, yang menilai kinerja PAD sejauh ini masih on the track. Namun ia menekankan bahwa semester pertama harus menjadi titik kejar utama.

Targetnya jelas: minimal 50 persen harus tercapai di pertengahan tahun.

Namun di balik capaian rata-rata tersebut, evaluasi menunjukkan peta yang tidak seragam di setiap OPD. Ada yang masih tertinggal cukup jauh, ada pula yang justru melampaui target secara signifikan.

Dua OPD yang menjadi sorotan karena masih di bawah ekspektasi adalah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan.

Di sektor pertanian, dari target Rp650 juta, realisasi baru sekitar Rp167 juta atau 25,80 persen. Sementara di sektor perdagangan dan UKM, dari target Rp4,3 miliar, baru terkumpul sekitar Rp978 juta atau 22,50 persen.

Faktor yang memengaruhi capaian tersebut beragam, mulai dari optimalisasi aset hingga kendala daya beli masyarakat serta kondisi sarana prasarana yang belum maksimal.

Namun menariknya, di tengah catatan perlambatan itu, ada satu OPD yang justru melampaui target secara signifikan: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Dari target Rp100 juta, realisasi yang masuk justru menembus Rp122 juta atau 122 persen.

Capaian ini menjadi semacam “anomali positif” di tengah laporan kinerja yang masih berproses di banyak sektor.

Wakil Bupati Maros menegaskan bahwa potensi PAD sebenarnya masih bisa dioptimalkan, terutama dari sektor-sektor yang selama ini belum digarap maksimal secara teknis dan manajerial.

Evaluasi ini menegaskan satu hal: PAD Maros bukan sekadar soal angka total, tetapi soal konsistensi kinerja di tiap OPD—di mana sebagian masih mengejar, sementara sebagian lain sudah lebih dulu melampaui garis target. (*)