Penulis
Alisha Malika Rustam

MAROS – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan terobosan baru bagi pelaku usaha desa di Kabupaten Maros. Budidaya ikan nila milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pattontongan, Kecamatan Mandai, kini memiliki identitas digital yang memudahkan masyarakat menemukan lokasi usaha sekaligus mengenal produknya secara lebih luas.

Program bertajuk “Digitalisasi Lokasi dan Media Sosial Budidaya Ikan Nila BUMDes Desa Pattontongan” ini digagas oleh Alisha Malika Rustam, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin.

Melalui program tersebut, lokasi budidaya ikan nila resmi didaftarkan ke Google Maps, dilengkapi dengan pembuatan akun media sosial dan penyusunan profil usaha digital sebagai sarana promosi jangka panjang.

Langkah sederhana ini dinilai memiliki dampak besar. Sebab selama ini, banyak usaha desa yang memiliki potensi ekonomi tinggi, namun belum dikenal luas karena minimnya jejak digital.

“Melalui digitalisasi lokasi dan media sosial ini, kami berharap budidaya ikan nila BUMDes Desa Pattontongan lebih mudah dikenal masyarakat. Dengan identitas digital yang jelas, peluang pemasaran hasil budidaya juga bisa semakin meningkat,” ujar Alisha.

Tidak hanya membuat titik lokasi digital, mahasiswa KKN Unhas juga melakukan dokumentasi usaha, menyusun profil bisnis, hingga memberikan pendampingan kepada pengelola BUMDes terkait pengelolaan media sosial agar dapat digunakan secara berkelanjutan.

Menurut Alisha, kehadiran lokasi usaha di Google Maps akan mempermudah calon pembeli, mitra usaha, maupun masyarakat umum menemukan area budidaya ikan nila. Sementara media sosial dapat menjadi etalase digital untuk memperkenalkan produk, aktivitas budidaya, hingga potensi ekonomi desa kepada publik yang lebih luas.

Program ini mendapat respons positif dari pengelola BUMDes karena dianggap menjadi langkah awal menuju transformasi digital usaha desa yang lebih modern dan kompetitif.

Selain meningkatkan visibilitas usaha, digitalisasi juga diyakini mampu membangun kepercayaan konsumen. Dengan informasi yang mudah diakses dan identitas usaha yang jelas, peluang kerja sama maupun perluasan pasar menjadi semakin terbuka.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Unhas berharap pemanfaatan teknologi digital tidak hanya berhenti pada budidaya ikan nila, tetapi juga dapat diterapkan pada berbagai potensi usaha lain yang dimiliki Desa Pattontongan.

Transformasi digital yang dimulai dari desa ini diharapkan menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus membuktikan bahwa usaha desa pun mampu bersaing di era digital ketika didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat.(*)

Topik: Maros