Maros, Katasulsel.com – Orang yang datang ke Maros biasanya lebih dulu melihat batunya.
Bukit-bukit kapur menjulang. Tebing berdiri rapat. Gua membuka ruang gelap di antara batuan. Dari permukaan, karst seperti bentang alam yang keras dan kering.
Namun, ada bagian Maros yang tidak bisa dilihat dari atas tanah.
Air bergerak di dalamnya.
Hujan yang jatuh ke kawasan karst dapat masuk melalui celah dan rekahan batuan. Di bawah permukaan, air kemudian mengikuti ruang-ruang yang terbentuk dari proses pelarutan batuan.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut kawasan karst Maros memiliki potensi sebagai daerah imbuhan air tanah. Pada 2024, pemerintah menetapkan Kawasan Bentang Alam Karst Maros sebagai kawasan lindung geologi. Dalam keputusan tersebut, karst Maros disebut memiliki fungsi sebagai pengatur alami tata air dan penyimpan air.
Jadi, yang terlihat sebagai bukit dari permukaan sebenarnya hanya satu bagian dari sistem yang lebih besar.
Di bawahnya terdapat ruang-ruang alami.
Kawasan Bentang Alam Karst Maros mencakup berbagai bentuk eksokarst dan endokarst. Ada bukit karst, dolina, telaga, mata air permanen, gua berair, hingga aliran sungai bawah tanah.
Air tidak selalu memilih jalan yang terlihat.
Sebagiannya mengalir di permukaan. Sebagiannya masuk ke batuan dan bergerak di bawah tanah. Pada titik tertentu, air itu dapat kembali muncul sebagai mata air.
Karena itu, sebuah mata air di kawasan karst tidak berdiri sebagai gejala yang terpisah dari bukit di sekitarnya.
Keduanya berada dalam satu sistem.
Badan Geologi mencatat hasil pemutakhiran data kawasan karst Maros menunjukkan adanya potensi kawasan sebagai daerah imbuhan air tanah. Penyelidikan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi eksokarst dan endokarst sebelum kawasan ditetapkan sebagai KBAK.
Salah satu zona yang ditetapkan dalam keputusan Menteri ESDM adalah Zona Ramang-Ramang.
Nama itu mungkin lebih mudah dikenali sebagai tujuan wisata. Tetapi di balik lanskap yang sering difoto, terdapat bagian lain yang tidak ikut tertangkap kamera: sistem air yang bekerja di antara batuan.
Karst juga bukan ruang yang berdiri jauh dari kehidupan manusia.
Di sekitar bentang alam itu terdapat lahan pertanian, permukiman, jalan, dan aktivitas masyarakat. Karena itu, ketika kawasan karst dilindungi, yang dibicarakan bukan hanya bentuk bukit yang indah dilihat.
Ada fungsi geologi yang ikut dijaga.
Ada tata air yang berlangsung secara alami.
Ada air yang masuk ke dalam tanah dan bergerak melalui ruang yang tidak terlihat.
Proses itu tidak berlangsung cepat. Karst terbentuk melalui proses geologi yang panjang. Badan Geologi bahkan menjelaskan bahwa kawasan Maros memiliki morfologi karst yang khas dengan bukit-bukit terjal yang dikenal sebagai karst tipe menara.
Itulah sebabnya perubahan pada bentang karst tidak sesederhana mengubah bentuk sebuah bukit.
Yang berada di permukaan mungkin hanya batu.
Di bawahnya terdapat sistem yang jauh lebih rumit.
Air mencari celah. Batuan menjadi jalurnya. Gua menjadi ruang perjalanannya. Pada tempat tertentu, mata air menjadi titik ketika perjalanan itu kembali terlihat.
Maka, ketika seseorang berdiri di hadapan bukit karst Maros, yang dilihat sebenarnya belum seluruhnya.
Sebagian berada di atas tanah.
Sebagian lagi bekerja tanpa pernah terlihat.
Bukit-bukit itu tetap diam. Di dalamnya, air terus mencari jalan.
