MUI juga mengakui ada beberapa keluhan kecil dari masyarakat, biasanya soal kurang jelasnya laporan atau dokumentasi penyembelihan. Walau tidak banyak, hal seperti ini tetap jadi catatan.
Untuk patungan kurban lewat media sosial atau aplikasi, MUI bilang itu boleh saja, asal semua pihak paham dan setuju dari awal.
“Patungan itu tidak masalah, yang penting jelas porsinya dan jelas tanggung jawabnya. Jangan asal gabung tanpa tahu aturan mainnya,” tambahnya.
Di akhir, Abdul Malik mengingatkan kembali supaya masyarakat Sidrap tetap menjaga niat dalam berkurban, apapun caranya.
“Mau online atau langsung, yang paling penting itu niatnya. Teknologi ini cuma alat. Jangan sampai kita jauh dari makna kurban yang sebenarnya,” tutupnya. (edy)
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com
Halaman
