SIDRAP β€” Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali diproyeksikan menjadi pusat pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Setelah sukses mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pertama di Tanah Air, kini Sidrap bersiap menambah kapasitas listrik tenaga angin hingga 100 megawatt (MW).

Kabar tersebut disampaikan Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, saat mendampingi Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas RI, Ika Retna Wulandary, meninjau kawasan PLTB Sidrap di Kecamatan Watang Pulu, Kamis (9/7/2026).

Bagi masyarakat Sidrap, PLTB bukan lagi sekadar proyek nasional. Deretan kincir angin raksasa yang berdiri di perbukitan Watang Pulu telah menjadi ikon daerah yang dikenal hingga ke berbagai penjuru Indonesia.

Kini, pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sidrap menyiapkan langkah yang lebih besar.

Rencana pengembangan PLTB baru akan difokuskan di wilayah Lawawoi dan Lainungan. Jika terealisasi, kapasitas tambahan sekitar 100 MW akan menjadikan Sidrap sebagai salah satu daerah dengan kekuatan energi angin terbesar di Indonesia.

“Kami bersama Bappenas RI sedang mempersiapkan pengembangan tambahan PLTB di Sidrap, tepatnya di wilayah Lawawoi dan Lainungan, dengan kapasitas sekitar 100 MW,” kata Syaharuddin Alrif.

Sidrap Tak Hanya Dikenal sebagai Lumbung Padi

Selama puluhan tahun, nama Sidrap identik dengan pertanian dan produksi beras. Kabupaten ini menjadi salah satu daerah penyangga pangan terbesar di Sulawesi Selatan bahkan Indonesia Timur.

Namun dalam satu dekade terakhir, Sidrap mulai membangun identitas baru.

Kehadiran PLTB berkapasitas 75 MW membuat nama Sidrap masuk dalam peta energi nasional. Ribuan orang dari berbagai daerah datang untuk melihat langsung turbin angin yang menjulang di perbukitan Watang Pulu.

Bahkan, kawasan tersebut kini menjadi salah satu destinasi yang paling sering dicari wisatawan ketika berkunjung ke Sidrap.

Dengan tambahan PLTB baru di Lawawoi dan Lainungan, posisi Sidrap sebagai daerah penghasil energi bersih diperkirakan akan semakin kuat.

Bappenas Datang Langsung ke Sidrap

Kunjungan Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas RI bukan tanpa alasan.

Pemerintah pusat ingin melihat secara langsung perkembangan proyek energi terbarukan yang selama ini menjadi salah satu contoh sukses transisi energi di Indonesia.

Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas RI, Ika Retna Wulandary, menyebut Sidrap telah menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi daerah dapat berjalan seiring dengan pengembangan energi ramah lingkungan.

“Sidrap sudah membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi inklusif dapat berjalan beriringan dengan transisi energi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengakuan penting bagi Sidrap yang selama ini terus mendorong investasi di sektor pertanian, peternakan, dan energi terbarukan secara bersamaan.

Peluang Ekonomi Baru untuk Warga Sidrap

Rencana pengembangan PLTB baru tidak hanya berkaitan dengan penyediaan listrik nasional.

Kehadiran proyek energi terbarukan berskala besar diyakini akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, mulai dari sektor jasa, perdagangan, transportasi hingga tenaga kerja lokal.

Selain itu, pembangunan kawasan energi baru juga berpotensi meningkatkan nilai investasi daerah dan memperkuat posisi Sidrap sebagai salah satu kabupaten strategis di Sulawesi Selatan.

Jika proyek tambahan 100 MW di Lawawoi dan Lainungan terealisasi, Sidrap tidak hanya dikenal sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga dapat menjadi salah satu pusat energi angin terbesar di Indonesia.

Bagi masyarakat Sidrap, ini bukan sekadar pembangunan pembangkit listrik. Ini adalah babak baru perjalanan daerah yang sedang membangun masa depan melalui energi bersih, investasi hijau, dan pembangunan berkelanjutan. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini