Halcymith Bakka Pasoloran
Sidrap, katasulsel — Upaya membangun kesadaran hidup bersih dan sehat sejak usia dini terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 69. Melalui program bertajuk BATIK (Batuk dan Bersin yang Baik), mahasiswa memberikan edukasi kesehatan kepada siswa SD Negeri 5 Desa Bila, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menerapkan etika batuk dan bersin yang benar sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penyebaran penyakit infeksi saluran pernapasan. Anak-anak dipilih sebagai sasaran utama karena merupakan kelompok yang aktif berinteraksi sehingga berpotensi menjadi media penyebaran penyakit apabila kebiasaan hidup sehat belum diterapkan secara optimal.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-PK Unhas memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan saluran pernapasan, cara penyebaran kuman melalui percikan batuk dan bersin (droplet), serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Materi juga mencakup pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, penggunaan masker saat sedang sakit, dan etika batuk maupun bersin sesuai anjuran kesehatan.
Edukasi disampaikan secara interaktif melalui media presentasi, gambar edukatif, permainan, dan sesi tanya jawab yang membuat suasana belajar menjadi lebih menarik. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap materi yang diberikan.
Setelah sesi penyuluhan, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan demonstrasi praktik batuk dan bersin yang benar. Siswa diajarkan untuk menutup mulut dan hidung menggunakan siku bagian dalam atau tisu saat batuk dan bersin, kemudian membuang tisu ke tempat sampah serta mencuci tangan setelahnya.
Untuk memastikan materi dipahami dengan baik, beberapa siswa diberi kesempatan mempraktikkan kembali teknik yang telah dicontohkan. Metode ini mendapat respons positif karena mampu meningkatkan pemahaman siswa melalui pengalaman langsung.
Kepala SD Negeri 5 Desa Bila mengapresiasi pelaksanaan program BATIK yang dinilai memberikan manfaat besar bagi peserta didik.
“Kegiatan ini sangat baik karena memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya menerapkan etika batuk dan bersin yang benar sejak dini. Kami berharap kebiasaan baik yang telah diajarkan dapat terus diterapkan oleh siswa, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mencegah penyebaran penyakit,” ujarnya.
Melalui program BATIK, mahasiswa KKN-PK Unhas berharap para siswa mampu menjadikan etika batuk dan bersin sebagai bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Program ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta menekan risiko penyebaran penyakit menular sejak usia dini. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
