Sidrap, Katasulsel.com — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersiap menjadi pusat perhatian dunia pendidikan Sulawesi Selatan. Bukan hanya sebagai tuan rumah pertandingan, Sidrap akan menjadi panggung besar berkumpulnya ribuan guru dari berbagai daerah dalam ajang Pekan Olahraga, Seni dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026.

Perhelatan akbar organisasi profesi guru itu akan resmi dibuka pada Kamis, 2 Juli 2026. Sebanyak 24 kontingen PGRI kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dijadwalkan hadir membawa semangat kompetisi, kreativitas, dan kebersamaan.

Pembukaan Porsenijar PGRI Sulsel 2026 dipusatkan di Kabupaten Sidrap dengan rangkaian acara yang diawali pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, hingga laporan ketua panitia Prof. Dr. Hasnawi Haris, M.Hum.

Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, S.IP., MM., Ph.D (Hon) dijadwalkan memberikan sambutan selamat datang sebagai tuan rumah. Sementara Ketua Pengurus Besar PGRI Prof. Dr. Unifa Rosyidi, M.Pd juga akan memberikan sambutan dalam agenda pembukaan tersebut.

Suasana akan semakin meriah saat Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman hadir sebagai pembina upacara sekaligus membuka secara resmi Porsenijar PGRI Sulsel 2026.

Dalam prosesi upacara, peserta akan mengikuti pengucapan janji atlet dan janji wasit sebagai simbol menjunjung tinggi sportivitas. Momentum tersebut menjadi penanda bahwa Porsenijar bukan sekadar perebutan prestasi, tetapi juga ruang mempererat hubungan antarpendidik di Sulawesi Selatan.

Selain pembukaan, agenda penting lainnya yakni penyerahan piagam penghargaan PGRI Provinsi Sulawesi Selatan kepada para bupati dan wali kota se-Sulsel. Panitia juga akan menerima penyerahan piala bergilir dari juara umum Porsenijar PGRI tahun 2024.

Setelah upacara, kemeriahan berlanjut melalui devile kontingen. Barisan peserta dari berbagai daerah akan tampil membawa identitas masing-masing, mulai dari PGRI Takalar, Maros, Barru, Soppeng, Enrekang, Parepare, Gowa, hingga kontingen tuan rumah Sidrap sebagai penutup.

Kehadiran puluhan kontingen menjadikan Sidrap bukan hanya lokasi pertandingan, tetapi juga ruang pertemuan besar insan pendidikan Sulawesi Selatan.

Porsenijar PGRI 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat solidaritas guru, menghidupkan budaya olahraga dan seni, sekaligus menunjukkan bahwa para pendidik tidak hanya berperan di ruang kelas, tetapi juga aktif dalam membangun karakter melalui berbagai kegiatan positif.

Sidrap pun bersiap menyambut para “pejuang pendidikan” dari seluruh penjuru Sulawesi Selatan.