Mereka akan berdiri sejajar.

Tanpa kursi jabatan. Tanpa sekat status. Tanpa perbedaan.

Hanya sajadah, doa, dan takbir.

Dan malam ini, sebelum fajar benar-benar datang, Sidrap sedang menyiapkan dirinya.

Bukan hanya menyambut Hari Raya.

Tapi menyambut hati yang baru.

Malam ini Sidrap bertakbir. Esok Sidrap bersujud. Dan di antara keduanya, ada doa-doa yang naik perlahan ke langit. (*)