Sidrap, Katasulsel.com β Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit tidak menular yang dikenal sebagai silent killer karena kerap tidak menunjukkan gejala, tetapi berisiko memicu komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) 69 Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (UNHAS) Posko Kelurahan Wette’e, Meilyarni Lopang, menggagas program “SAPA TENSI WETTE’E (Sadar, Peduli, Atasi Hipertensi)” dengan menyambangi rumah-rumah warga untuk memberikan edukasi sekaligus pemeriksaan tekanan darah.
Program yang berlangsung pada 19β20 Juli 2026 pukul 16.00β18.00 WITA di Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang ini dilaksanakan menggunakan metode door to door agar edukasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih personal. Sebanyak 44 warga mengikuti pemeriksaan tekanan darah dan penyuluhan kesehatan secara langsung di kediaman masing-masing.
Melalui pendekatan tersebut, warga tidak hanya mengetahui kondisi tekanan darah mereka, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai hipertensi, mulai dari faktor risiko, tanda dan gejala, pentingnya pemeriksaan rutin, kepatuhan mengonsumsi obat bagi penderita hipertensi, hingga penerapan pola hidup sehat melalui pembatasan konsumsi garam, aktivitas fisik yang cukup, konsumsi makanan bergizi seimbang, serta pengelolaan stres.
Meilyarni Lopang mengatakan pendekatan dari rumah ke rumah dipilih agar masyarakat lebih leluasa berkonsultasi mengenai kondisi kesehatannya sekaligus memperoleh edukasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
“Hipertensi sering disebut silent killer karena banyak penderitanya tidak merasakan gejala apa pun. Melalui SAPA TENSI WETTE’E, kami ingin mengingatkan masyarakat bahwa pemeriksaan tekanan darah secara rutin merupakan langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk mendeteksi hipertensi sejak dini dan mencegah komplikasi yang lebih serius,” ujarnya.
Selain pemeriksaan tekanan darah, setiap warga juga menerima buku saku hipertensi yang memuat informasi praktis mengenai cara mengenali, mencegah, dan mengendalikan tekanan darah tinggi. Buku tersebut diharapkan menjadi media edukasi yang dapat dibaca kembali bersama anggota keluarga sehingga pesan kesehatan tetap berlanjut setelah kegiatan selesai.
Pelaksanaan program turut melibatkan kader Pustu yang mendampingi sejumlah kunjungan. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat tindak lanjut edukasi di masyarakat, mengingatkan warga untuk rutin memeriksa tekanan darah, serta mengarahkan mereka ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila ditemukan hasil pemeriksaan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga aktif berdiskusi mengenai kondisi kesehatan mereka, sementara beberapa peserta yang terdeteksi memiliki tekanan darah di atas batas normal diberikan edukasi dan dianjurkan segera melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.
Salah seorang warga Kelurahan Wette’e mengaku terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN-PK yang memberikan layanan kesehatan langsung di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Kami merasa sangat terbantu karena tidak perlu jauh-jauh untuk mengetahui kondisi tekanan darah. Penjelasannya juga mudah dipahami sehingga kami menjadi lebih sadar pentingnya menjaga pola makan, rutin memeriksa tekanan darah, dan tidak menyepelekan hipertensi,” ungkapnya.
Melalui program SAPA TENSI WETTE’E (Sadar, Peduli, Atasi Hipertensi), Meilyarni Lopang menunjukkan komitmen mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus mendorong budaya deteksi dini penyakit tidak menular. Diharapkan, semakin banyak masyarakat yang rutin memeriksa tekanan darah, menerapkan pola hidup sehat, dan mampu mencegah komplikasi hipertensi sejak dini.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
