Sidrap, Katasulsel.com – Kabar baik bagi keluarga kurang mampu di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sidrap di Desa Mario, Kecamatan Kulo, kini hampir tuntas dan siap memasuki tahap operasional.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, turun langsung meninjau progres pembangunan sekolah tersebut pada Selasa malam (21/7/2026) untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target.
Dalam peninjauan itu, Syaharuddin didampingi sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Sosial Wahidah Alwi, Kepala Dinas PMDPPA Andi Surya Praja Hadiningrat, Camat Kulo Muhammad Arisal Asad, serta unsur TNI, Polri, dan pemerintah desa.
Di hadapan rombongan, Syaharuddin mengungkapkan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat telah mencapai sekitar 90 persen meski dikerjakan dalam waktu kurang dari tujuh bulan.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menghadirkan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Bangunan Sekolah Rakyat sudah mencapai 90 persen dan dikerjakan dalam waktu kurang dari tujuh bulan. Ini adalah wujud komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik,” kata Syaharuddin.
Lebih jauh, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Sekolah Rakyat di Sidrap.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Sosial, Menteri Pekerjaan Umum, serta Gubernur Sulawesi Selatan yang telah mempercayakan Sidrap sebagai salah satu daerah pelaksana program tersebut.
Syaharuddin juga memastikan Sekolah Rakyat SRT 1 Sidrap siap melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026 mendatang.
Sekolah yang berdiri di atas kawasan sekitar 10 hektare itu diproyeksikan menjadi pusat pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Tidak hanya menyediakan ruang belajar, sekolah tersebut juga dilengkapi fasilitas asrama dan sistem pembinaan karakter yang terintegrasi.
Menurut Syaharuddin, kehadiran Sekolah Rakyat di Desa Mario bukan sekadar menghadirkan gedung baru, tetapi menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan generasi Sidrap.
Ia berharap sekolah tersebut mampu melahirkan anak-anak yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita meskipun berasal dari keluarga kurang mampu.
“Lahan yang hari ini berdiri Sekolah Rakyat akan menjadi tempat lahirnya generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan mampu mengantarkan anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Sidrap meraih cita-citanya,” ujarnya.
Di akhir kunjungannya, Syaharuddin menegaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding pembangunan fisik semata.
Menurutnya, pendidikan tetap menjadi jalan paling efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Sekolah Rakyat adalah simbol harapan dan bukti nyata bahwa pendidikan merupakan jalan terbaik untuk memutus rantai kemiskinan,” tegasnya.
Dengan progres pembangunan yang hampir selesai, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sidrap diharapkan segera menjadi rumah belajar baru bagi anak-anak kurang mampu sekaligus menjadi salah satu ikon pendidikan di Kabupaten Sidrap.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
