Sidrap, Katasulsel.com — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersiap membuka pintu lebar-lebar. Bukan untuk kedatangan biasa, melainkan menyambut gelombang besar peserta Pekan Olahraga dan Seni Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
“Selamat datang di Kota Beras Sidrap.” Kalimat itu menjadi pesan penyambutan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif kepada puluhan ribu tamu yang akan memadati Sidrap dalam ajang yang melibatkan 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan tersebut.
Menjelang hari pelaksanaan, Syaharuddin tidak hanya menunggu. Ia turun langsung memastikan “rumah besar” Porsenijar siap menerima tamu. Senin malam (29/6/2026), bupati mengecek sejumlah venue dan fasilitas pendukung, termasuk kawasan Stadion Ganggawa, Kecamatan Maritengngae.
Didampingi Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh bersama jajaran Pemkab Sidrap, Syaharuddin melihat langsung perkembangan pekerjaan lapangan, kondisi arena, serta berbagai fasilitas yang akan digunakan selama kegiatan berlangsung.
Ia meminta seluruh pekerjaan tidak sekadar selesai, tetapi benar-benar memenuhi standar kualitas, aman digunakan, dan memberi kenyamanan bagi peserta.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Sidrap siap menjadi tuan rumah yang baik. Perbaikan lapangan ini kami awasi secara ketat agar kualitasnya terjamin dan dapat digunakan sebaik-baiknya. Semua pihak diminta bekerja lebih giat dan disiplin waktu,” kata Syaharuddin.
Porsenijar PGRI Sulsel yang berlangsung 2–6 Juli 2026 diprediksi menjadi salah satu agenda besar yang menyedot perhatian. Sekitar 65 ribu peserta disebut akan hadir, berasal dari berbagai daerah di Sulsel.
Tak hanya peserta, pembukaan kegiatan ini juga dipastikan menjadi momen berkumpulnya para pemimpin daerah. Gubernur Sulawesi Selatan, para bupati, dan wali kota telah mengonfirmasi kehadiran. Bahkan, informasi terkait rencana kehadiran Menteri Pendidikan turut membuat gaung kegiatan ini semakin besar.
Bagi Sidrap, kedatangan puluhan ribu orang bukan hanya tentang pertandingan olahraga dan seni. Ini menjadi kesempatan memperlihatkan wajah daerah, keramahan masyarakat, serta potensi ekonomi lokal.
Hotel, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha kecil diprediksi ikut merasakan dampak dari perhelatan tersebut.
Syaharuddin ingin Porsenijar tidak hanya dikenang sebagai kompetisi, tetapi sebagai momen ketika Sidrap menunjukkan kelasnya sebagai tuan rumah.
Dari Kota Beras, pesan itu disampaikan:
Selamat datang di Sidrap. Tempat di mana tamu datang sebagai peserta, dan pulang membawa cerita. (*)
