Hari ini saya membaca surat perpisahannya.

Surat sederhana yang ia tulis bersama keluarga.

Tidak ada kalimat yang bombastis.

Tidak ada kata-kata besar.

Hanya ucapan terima kasih.

Permohonan maaf.

Dan permintaan doa untuk menjalankan amanah baru sebagai Kabag Binkar Ro SDM Polda Sulsel.

Tetapi justru kesederhanaan itulah yang membuat surat itu terasa berat.

Karena saya sadar, orang yang selama ini selalu berada di ujung telepon untuk membicarakan Sidrap, kini akan bertugas di tempat lain.

Ia benar-benar pergi.