Penulis
Naurah Wildani

SIDRAP – Kebiasaan mengonsumsi minuman manis dan begadang bermain ponsel ternyata masih banyak ditemukan pada anak usia sekolah dasar di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Fakta itu terungkap saat Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar program GEMBIRA (Gerakan Mengenal Diabetes Sejak Dini untuk Anak) di UPT SD Negeri 1 Sereang, Senin (20/7/2026).

Program tersebut bertujuan mengenalkan bahaya diabetes melitus sejak usia dini sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat di kalangan siswa sekolah dasar.

Saat sesi diskusi berlangsung, sejumlah siswa mengaku masih sering mengonsumsi minuman manis hampir setiap hari.

“Teman saya sering beli minuman manis,” ungkap salah seorang peserta saat sesi tanya jawab.

Tak hanya itu, beberapa siswa juga mengaku kerap begadang karena bermain ponsel dan game online.

“Saya sering begadang karena main HP dan bermain game,” kata salah satu siswa lainnya.

Temuan tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN karena kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan apabila dilakukan terus-menerus.

Penanggung jawab kegiatan, Naurah Wildani dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa sebagian besar siswa sebenarnya sudah pernah mendengar istilah diabetes, namun pemahamannya masih sangat terbatas.

Saat kegiatan dimulai, Naurah memancing diskusi dengan menanyakan pemahaman siswa tentang diabetes.

Salah seorang siswa menjawab, “Diabetes adalah orang yang sering minum atau makan manis.”

Jawaban itu kemudian menjadi titik awal edukasi mengenai diabetes melitus, faktor risiko, gejala, serta langkah pencegahannya.

Mahasiswa KKN menjelaskan pentingnya membatasi konsumsi gula berlebih, memilih makanan sehat, rutin beraktivitas fisik, serta menjaga pola tidur yang cukup.

Agar materi lebih mudah dipahami, edukasi dikemas secara interaktif melalui pemutaran video, permainan flash card, dan kuis “Benar atau Salah” yang membuat suasana belajar lebih menyenangkan.

Sebanyak 22 siswa kelas IV mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Hasil evaluasi menunjukkan dampak positif yang cukup signifikan. Sebanyak 18 siswa atau 81,8 persen mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti edukasi, sementara empat siswa lainnya tetap memperoleh nilai tinggi karena sejak awal sudah memiliki pemahaman yang baik.

Menariknya, seluruh peserta memperoleh nilai post-test di atas 60 dengan nilai terendah mencapai 80.

Selain peningkatan pengetahuan, mahasiswa juga mencatat lebih dari 80 persen peserta aktif terlibat dalam seluruh sesi kegiatan.

Menurut Naurah, pendidikan kesehatan sejak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang untuk menekan angka penyakit tidak menular di masa depan.

“Kami berharap siswa tidak hanya memahami apa itu diabetes melitus, tetapi juga mulai menerapkan kebiasaan hidup sehat seperti mengurangi minuman manis, lebih aktif bergerak, dan membatasi penggunaan gawai,” ujarnya.

Program GEMBIRA menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dalam mendukung upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular sejak usia dini.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak di Desa Kanie memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari risiko diabetes di masa mendatang. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini

Topik: Sidrap