Soppeng, Katasulsel.com — Ancaman gerusan Sungai Walanae yang selama ini menghantui warga Desa Kebo, Kecamatan Lilirilau, mulai mendapat penanganan serius.

Kawasan yang dikenal sebagai salah satu daerah penyangga aktivitas masyarakat di Kabupaten Soppeng itu, kini diperkuat melalui pekerjaan pengendalian sungai yang dilaksanakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang.

Langkah tersebut menjadi upaya penting untuk melindungi wilayah Soppeng dari risiko erosi yang terus mengikis tebing sungai.

Jika dibiarkan, kondisi itu berpotensi mengancam lahan produktif warga, fasilitas umum, hingga kawasan permukiman yang berada di sekitar bantaran Sungai Walanae.

Dalam pekerjaan yang berlangsung di Desa Kebo, penguatan tebing dilakukan guna menahan laju abrasi yang selama beberapa waktu terakhir memicu kekhawatiran masyarakat.

Penanganan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas bantaran sungai sekaligus mengurangi potensi kerugian yang dapat ditimbulkan akibat longsoran tebing.

BBWS Pompengan Jeneberang memastikan seluruh pekerjaan dilakukan sesuai standar teknis yang berlaku. Material yang digunakan telah melalui serangkaian pengujian laboratorium untuk memastikan kualitas dan ketahanannya.

Selain itu, sumber material yang dipakai berasal dari lokasi pertambangan yang memiliki izin resmi sehingga memenuhi aspek legalitas dan ketentuan lingkungan.

Bagi masyarakat Soppeng, khususnya warga Lilirilau, pembangunan pengaman tebing ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Kehadirannya menjadi bentuk perlindungan terhadap ruang hidup masyarakat yang selama ini bergantung pada keberadaan lahan pertanian dan aktivitas ekonomi di sekitar aliran Sungai Walanae.

Dengan penguatan tebing tersebut, risiko bencana akibat gerusan sungai diharapkan dapat ditekan, sekaligus memberikan rasa aman yang lebih besar bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran Walanae.

Di tengah tantangan perubahan alam dan meningkatnya ancaman erosi sungai, langkah pengamanan ini menjadi bagian dari ikhtiar menjaga Soppeng agar tetap aman, produktif, dan terlindungi dari ancaman yang datang perlahan dari aliran sungai terbesar di wilayah tersebut. (*)