Makassar, Katasulsel.com — Di tengah maraknya penipuan online, ada satu nama yang belakangan ramai dibicarakan warganet Sulawesi Selatan: Kingronal21. Melalui TikTok dan YouTube, pria yang dikenal sebagai programmer dan penggiat keamanan siber itu menelusuri jejak digital dugaan passobis, termasuk yang berkaitan dengan Sidrap dan Wajo.
Dalam sejumlah videonya, Kingronal21 memperlihatkan proses pencarian yang tidak berhenti pada sebuah nama. Ia mencocokkan informasi, menelusuri akun, melihat lokasi, hingga menghubungkan jejak digital yang tersedia di internet.
Cara tersebut membuat penonton seolah mengikuti proses penelusuran dari balik layar. Informasi yang semula terpisah dicoba dirangkai menjadi petunjuk.
Dari Video Kingronal21, Muncul Pengakuan soal Sidrap
Salah satu konten Kingronal21 membahas dugaan penipuan jual beli iPhone dengan terduga pelaku berinisial AF. Dari unggahan tersebut, muncul komentar seorang warganet yang mengaku pernah menjadi passobis di Sidrap.
Akun @TassimbungTassimbung mengklaim sejumlah base camp passobis di Sidrap masih beroperasi. Ia juga membuat tudingan mengenai adanya setoran kepada pihak tertentu untuk menjamin keamanan aktivitas tersebut.
Klaim itu belum menjadi fakta hukum. Namun, informasi tersebut mendapat perhatian aparat.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan informasi yang disampaikan melalui kolom komentar tersebut akan diteruskan kepada Propam dan Krimsus untuk ditindaklanjuti.
Di titik inilah konten Kingronal21 memiliki nilai berita lebih dari sekadar viral. Sebuah informasi yang muncul di ruang komentar media sosial kemudian masuk ke perhatian institusi penegak hukum.
Apa Itu Passobis?
Bagi pembaca di luar Sulawesi Selatan, istilah passobis mungkin terdengar asing.
Passobis merupakan istilah yang lazim digunakan masyarakat Sulawesi Selatan untuk menyebut pelaku atau praktik penipuan daring. Modusnya berkembang mengikuti teknologi, mulai dari penipuan melalui telepon hingga transaksi palsu melalui media sosial dan platform jual beli online.
Sidrap sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam kasus tersebut. Pada April 2025, Kodam XIV/Hasanuddin mengungkap jaringan penipuan daring yang dikenal sebagai passobis di Sidrap dan mengamankan 40 orang. Jaringan itu menjalankan sejumlah modus, termasuk penipuan investasi dan jual beli online serta pencatutan identitas pejabat TNI.
Kasus serupa kembali mencuat pada Juli 2026. Polda Sulsel membongkar dugaan sindikat passobis di Sidrap yang diduga mengeksploitasi anak. Sebanyak 12 orang diamankan, termasuk tiga anak di bawah umur.
Belum lama ini, Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat juga membongkar praktik penipuan online di Sidrap. Polisi menangkap jaringan yang menawarkan kendaraan melalui Facebook sebelum mengarahkan calon korban berkomunikasi melalui WhatsApp.
Sementara di Wajo, dugaan aktivitas passobis juga menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah laporan lokal menyoroti dugaan munculnya titik-titik aktivitas passobis di wilayah tersebut. Namun, informasi semacam ini harus tetap dibedakan antara dugaan masyarakat dan kasus yang telah dikonfirmasi aparat.
Kajian akademik tentang passobis di Sidrap juga mencatat bahwa praktik tersebut telah berkembang ke sejumlah daerah lain, termasuk Wajo, Soppeng dan Enrekang. Modusnya ikut berubah dari penipuan berbasis undian menjadi penipuan melalui media sosial dan platform belanja online.
Disebut Hacker, Ini yang Menarik dari Kingronal21
Kemampuan Kingronal21 dalam menemukan dan menghubungkan informasi membuat sebagian warganet menjulukinya hacker.
Namun, label tersebut perlu ditempatkan secara hati-hati.
Bersambung………..
Profil publik Kingronal21 mencantumkan dirinya sebagai programmer/web developer. Sementara kanal YouTube King Ronal juga memperkenalkan pemiliknya sebagai programmer dan menyebut aktivitas edukasi mengenai bahaya judi online.
Yang terlihat jelas dari konten-kontennya adalah kemampuan menelusuri jejak digital. Ia mencari informasi yang tersedia, mencocokkannya, kemudian mencoba menemukan hubungan antardata.
Kemampuan seperti itu membuat kontennya menarik. Warganet tidak hanya diberi tahu bahwa sebuah dugaan penipuan terjadi, tetapi juga diperlihatkan bagaimana informasi digital dapat ditelusuri.
Meski demikian, hasil penelusuran digital tetap bukan vonis hukum. Nama, foto, alamat, nomor telepon, rekening, atau lokasi yang muncul dalam sebuah konten belum otomatis membuktikan seseorang sebagai pelaku. Kebenaran dan keterlibatan pidana tetap harus dibuktikan melalui proses hukum.
Fenomena Kingronal21 menunjukkan bahwa perang melawan passobis kini berlangsung di ruang yang sama dengan tempat penipuan itu berkembang.
Ketika pelaku meninggalkan jejak di internet, jejak itu pula yang dapat dibaca kembali. Dan di Sidrap serta Wajo, penelusuran seperti yang dilakukan Kingronal21 membuat persoalan passobis kembali menjadi sorotan publik.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
