Yogyakarta, Katasulsel.com — Kalau biasanya rebahan identik dengan rasa malas atau sekadar melepas penat, di Yogyakarta aktivitas ini justru berubah menjadi kompetisi serius. Jogja City Mall membuat gebrakan tak biasa dengan menggelar Lomba Rebahan dalam rangkaian pameran furnitur dan kasur yang berlangsung di atrium pusat perbelanjaan tersebut, Sabtu (23/5/2026).

Ajang ini langsung mencuri perhatian karena disebut sebagai salah satu lomba paling unik yang pernah digelar di pusat perbelanjaan. Bukan lari, makan cepat, atau adu ketangkasan, peserta justru ditantang untuk tetap bertahan di atas kasur selama mungkin.

Sekilas terdengar mudah. Tinggal tiduran dan diam.

Tapi faktanya, tantangan ini jauh dari kata santai.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Dalam perlombaan tersebut, peserta wajib tetap berada di atas kasur tanpa boleh tertidur. Mereka juga dilarang makan, minum, bermain ponsel, meninggalkan area rebahan, hingga pergi ke kamar mandi selama kompetisi berlangsung.

Artinya, bukan sekadar adu kuat rebahan, tapi juga menguji fokus, kesabaran, kontrol tubuh, dan ketahanan mental.

Pemenang ditentukan dari siapa yang mampu bertahan paling lama dalam posisi rebahan tanpa kehilangan konsentrasi atau terlelap. Peserta yang berhasil keluar sebagai juara berhak membawa pulang hadiah utama sebesar Rp5 juta.

Konsep nyeleneh ini sontak menarik perhatian pengunjung mal. Banyak yang berhenti menonton karena penasaran melihat peserta yang harus bertahan diam di atas kasur, sementara suasana pusat perbelanjaan tetap ramai.

Tak butuh waktu lama, lomba tersebut ikut ramai dibicarakan di media sosial. Warganet menilai kompetisi ini sederhana, lucu, tapi diam-diam berat.

Banyak komentar bernada humor bermunculan.

…………..

Sebagian menyebut ini sebagai lomba yang cocok bagi pecinta rebahan. Ada juga yang bercanda bahwa kemampuan rebahan kini bisa dianggap sebagai “skill profesional”. Sementara lainnya mengaku tertarik ikut, meski ragu mampu menahan kantuk atau bertahan lama tanpa bergerak.

Namun di balik kesan santai, aturan lomba justru dianggap cukup ekstrem. Larangan makan, minum, hingga ke toilet membuat banyak orang menilai kompetisi ini lebih menguji disiplin dibanding sekadar tiduran biasa.

Lomba rebahan ini menjadi bagian dari strategi hiburan kreatif dalam pameran furnitur dan kasur di Jogja City Mall. Konsepnya sederhana, dekat dengan aktivitas sehari-hari, tetapi dikemas menjadi tontonan unik yang mengundang rasa penasaran.

Di tengah maraknya lomba konvensional, ajang ini membuktikan satu hal: rebahan ternyata bukan cuma aktivitas santai.

Di tangan kreatif, tiduran pun bisa berubah jadi kompetisi berhadiah jutaan rupiah. (ed)

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.