Melalui sistem pengelolaan yang terorganisir, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini mampu menjadi sumber manfaat ekonomi bagi warga.
Lebih dari itu, program tersebut berhasil mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.
Warga tidak lagi melihat sampah sebagai masalah semata, melainkan sebagai sumber daya yang bisa dikelola secara produktif.
Keberhasilan itu diharapkan dapat direplikasi di berbagai kelurahan sehingga mampu mengurangi tekanan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Disabilitas Ambil Peran di Garis Depan
Hal yang menarik dalam kegiatan tersebut adalah keterlibatan aktif komunitas penyandang disabilitas.
Biasanya kelompok disabilitas lebih sering diposisikan sebagai penerima manfaat program lingkungan.
Namun di Latuppa, mereka justru tampil sebagai penggerak utama.
Koordinator Wilayah 5 PPDI Sulawesi Selatan, Basri Andang, menegaskan bahwa krisis iklim merupakan persoalan bersama yang membutuhkan partisipasi semua pihak tanpa terkecuali.
Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk terlibat dalam menjaga lingkungan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga bumi bukan hanya tugas kelompok tertentu. Semua orang bisa berkontribusi,” ujarnya.
Palopo Bidik Pemulihan Lahan Kritis
