Palopo, katasulsel.com — Ada “pendatang baru” di jalanan Kota Palopo.

Bunyinya khas.

Bentuknya unik.

Roda tiga.

Dan selama puluhan tahun identik dengan Jakarta.

Namanya: bajaj.

Kini kendaraan yang pernah menjadi ikon ibu kota itu resmi hadir di Palopo melalui layanan transportasi online Maxim.

Kehadiran bajaj di Kota Idaman bukan sekadar menambah armada transportasi. Ia membawa sensasi baru bagi warga yang selama ini hanya mengenalnya dari layar televisi, film, atau cerita tentang kerasnya lalu lintas Jakarta.

Jika biasanya masyarakat Palopo memilih ojek online atau mobil online, kini ada pilihan lain yang lebih unik.

Naik bajaj.

Tanpa harus pergi ke Jakarta.

Bukan Motor, Bukan Mobil

Bajaj berada di antara keduanya.

Ia memiliki tiga roda seperti becak motor.

Tetapi memiliki kabin tertutup layaknya mobil mini.

Karena itu, penumpang tidak perlu khawatir kehujanan atau kepanasan saat bepergian.

Kapasitasnya juga cukup untuk dua orang penumpang dengan ruang yang lebih lega dibanding kendaraan roda dua.

Di jalan-jalan perkotaan yang semakin ramai, ukuran bajaj yang mungil justru menjadi kelebihan.

Ia lincah menyusuri ruas jalan dan lebih mudah bergerak di tengah kepadatan kendaraan.

Dari Jakarta ke Tanah Luwu

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1990-an hingga awal 2000-an, bajaj bukan kendaraan asing.

Suara mesinnya yang khas pernah menjadi bagian dari wajah Jakarta.

Kini kendaraan legendaris itu mulai menapaki jalanan Palopo.

Maxim Indonesia melihat kebutuhan masyarakat akan moda transportasi yang ekonomis namun tetap nyaman.

Karena itu layanan Bajaj resmi diluncurkan sebagai salah satu pilihan perjalanan sehari-hari.

Head of Maxim Subdivision Palopo, Khairul Rasyid, mengatakan layanan ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan perjalanan nyaman dengan biaya terjangkau.

“Bajaj kami hadirkan sebagai pilihan bagi masyarakat Palopo yang menginginkan perjalanan yang nyaman tanpa perlu khawatir kepanasan atau kehujanan. Dengan kapasitas hingga dua penumpang dan tarif yang hemat, layanan ini diharapkan dapat menjadi pilihan untuk berbagai kebutuhan perjalanan sehari-hari,” ujarnya.

Bisa Dipesan dari Ponsel

Tidak perlu menunggu di pinggir jalan.

Tidak perlu melambaikan tangan.

Semua dilakukan lewat aplikasi.

Pengguna cukup membuka aplikasi Maxim, memilih menu Bajaj, menentukan titik jemput dan tujuan, lalu menunggu pengemudi datang.

Konsepnya sama seperti memesan ojek atau mobil online.

Bedanya, yang datang adalah kendaraan roda tiga bercabin tertutup.

Peluang Baru bagi Warga Palopo

Di balik hadirnya layanan baru ini, tersimpan peluang ekonomi baru.

Maxim membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menjadi mitra pengemudi Bajaj.

Artinya, bukan hanya pengguna yang mendapat manfaat.

Warga Palopo juga berpeluang memperoleh sumber penghasilan tambahan dari layanan tersebut.

Palopo Makin Berwarna

Masuknya Bajaj menambah warna baru transportasi di Palopo.

Kota yang selama ini dikenal sebagai pusat ekonomi Tanah Luwu itu kini memiliki moda transportasi yang tidak dimiliki banyak daerah.

Setelah lebih dulu hadir di Makassar, Medan, Yogyakarta, Pekanbaru, dan Pematangsiantar, kini giliran Palopo merasakan sensasi naik kendaraan yang selama ini identik dengan ibu kota.

Dan mungkin saja, beberapa waktu ke depan, suara khas bajaj akan menjadi bagian baru dari denyut jalanan Kota Palopo. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Makassar Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Makassar hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Makassar terbaru di sini