Rafifah Putri Nada
MAKASSAR β Persoalan sampah tidak selalu harus diselesaikan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Justru, solusi paling efektif dimulai dari rumah tangga melalui kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Gagasan tersebut menjadi dasar pelaksanaan program βBallaβ Lestari: Sosialisasi Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tanggaβ yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 116 Tematik Perubahan Iklim di Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kota Makassar, Sabtu (8/8/2026).
Program ini diinisiasi oleh Rafifah Putri Nada, mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Hasanuddin, sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan.
Sampah Rumah Tangga Jadi Fokus Edukasi
Dalam kegiatan tersebut, warga diperkenalkan pada berbagai jenis limbah rumah tangga yang sering dihasilkan setiap hari.
Mulai dari limbah organik seperti sisa makanan dan daun-daunan, limbah anorganik seperti plastik dan kemasan, limbah residu, hingga limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Menurut Rafifah, pemahaman mengenai jenis sampah menjadi langkah awal yang penting agar masyarakat dapat menentukan cara pengelolaan yang tepat.
“Pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari proses pemilahan. Jika masyarakat sudah mampu mengenali dan memisahkan jenis sampah sejak dari rumah, maka volume sampah yang berakhir di TPA dapat berkurang secara signifikan,” jelasnya.
Kenalkan TEBA, Biopori dan Ember Tumpuk
Tak hanya memberikan teori, mahasiswa KKN Unhas juga memperkenalkan beberapa metode sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengolah limbah organik secara mandiri.
Di antaranya adalah TEBA (Tempat Olah Sampah Organik), lubang biopori, serta ember tumpuk yang dapat digunakan untuk mengolah sisa makanan dan sampah organik rumah tangga menjadi lebih bermanfaat.
Metode tersebut dipilih karena relatif mudah diterapkan, tidak membutuhkan biaya besar, dan sesuai dengan kondisi lingkungan permukiman warga.
Melalui cara tersebut, sampah organik tidak lagi hanya dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan kembali sehingga mengurangi beban tempat pembuangan sampah.
Warga Antusias Berdiskusi
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab.
Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbagi pengalaman mengenai persoalan sampah yang mereka hadapi sehari-hari, sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.
Antusiasme peserta terlihat ketika membahas praktik pemilahan sampah dan pemanfaatan limbah organik yang selama ini sering dianggap tidak memiliki nilai guna.
Diskusi tersebut juga membuka ruang pertukaran pengalaman antarwarga mengenai kebiasaan pengelolaan sampah di lingkungan rumah tangga.
Dapat Apresiasi dari LPM
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tamalanrea Jaya, H. Andi Muh. Yani, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan edukasi yang dinilai sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan aktif seluruh warga.
“Melalui sosialisasi seperti ini, masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari rumah dengan cara yang sederhana, seperti memilah sampah dan mengolah limbah organik. Kami berharap kebiasaan ini dapat terus diterapkan sehingga lingkungan Kelurahan Tamalanrea Jaya menjadi lebih bersih dan sehat,” ujarnya.
Bangun Budaya Peduli Lingkungan
Melalui program Ballaβ Lestari, mahasiswa KKN Unhas berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mulai membangun kebiasaan mengelola sampah secara mandiri.
Kesadaran untuk memilah dan mengolah limbah organik sejak dari rumah diyakini dapat menjadi langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi lingkungan.
Selain mengurangi timbunan sampah yang berakhir di TPA, kebiasaan tersebut juga dapat membantu menciptakan kawasan permukiman yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat sekaligus mendorong terciptanya budaya hidup berkelanjutan di Kota Makassar.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Makassar Hari Ini .
