Jakarta, katasulsel.com — Perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel memasuki hari kedelapan dengan situasi yang semakin memanas.
Konflik yang dimulai sejak akhir Februari 2026 itu kini tidak hanya melibatkan serangan militer langsung, tetapi juga memicu ketegangan politik dan keamanan di berbagai negara di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa eskalasi serangan udara, rudal, dan drone terus terjadi, sementara jumlah korban sipil dilaporkan terus bertambah.
Konflik terbaru ini bermula ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah fasilitas militer dan strategis di Iran pada 28 Februari 2026. Operasi militer tersebut dikenal sebagai operasi “Lion’s Roar”, yang menargetkan berbagai titik penting seperti fasilitas militer, sistem pertahanan udara, serta infrastruktur yang dianggap
Serangan tersebut memicu balasan dari Iran yang meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah target yang berkaitan dengan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan.
Memasuki hari kedelapan perang, situasi di lapangan dilaporkan semakin intens. Iran disebut telah meluncurkan ratusan rudal serta pesawat tanpa awak ke berbagai target di wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Serangan tersebut merupakan bagian dari strategi balasan Teheran terhadap operasi militer yang dilakukan Washington dan Tel Aviv sejak akhir Februari lalu.

Tinggalkan Balasan