Di sisi lain, serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel juga terus berlangsung. Sejumlah fasilitas energi dan militer di Iran dilaporkan menjadi sasaran serangan udara, termasuk depot minyak dan instalasi penting lainnya.

Serangan terhadap fasilitas energi tersebut memicu kebakaran besar dan kepulan asap tebal yang terlihat di beberapa wilayah di Iran.

Seiring dengan meningkatnya intensitas serangan, jumlah korban sipil dilaporkan terus bertambah. Perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebutkan bahwa lebih dari seribu warga sipil tewas sejak konflik dimulai, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara dan rudal yang terjadi di berbagai wilayah.

Tidak hanya menimbulkan korban jiwa, perang yang memasuki hari kedelapan ini juga mulai menimbulkan dampak yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Beberapa negara di kawasan Teluk dilaporkan ikut merasakan dampak serangan, termasuk serangan rudal dan drone yang menyasar instalasi militer atau fasilitas yang berkaitan dengan Amerika Serikat.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik ke negara-negara lain di kawasan tersebut.

Ketegangan juga meningkat di ranah diplomasi internasional. Sejumlah negara besar mulai menyerukan penghentian konflik dan mendorong upaya diplomasi untuk mencegah perang meluas.

Menteri Luar Negeri China bahkan menyatakan bahwa konflik di Timur Tengah seharusnya tidak pernah terjadi dan meminta semua pihak menahan diri agar situasi tidak semakin memburuk.

Di tengah situasi yang semakin panas, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mempertimbangkan langkah militer tambahan dengan mengerahkan kapal induk tambahan ke kawasan Timur Tengah.

Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa Amerika Serikat siap meningkatkan tekanan militer terhadap Iran jika konflik terus berlanjut.

Konflik yang kini memasuki hari kedelapan ini juga memperlihatkan bahwa perang antara Iran dan Israel bukanlah konflik yang berdiri sendiri.

Ketegangan antara kedua negara sebenarnya telah berlangsung selama puluhan tahun, dipicu oleh persaingan geopolitik, program nuklir Iran, serta konflik pengaruh di berbagai negara Timur Tengah.

Dalam beberapa tahun terakhir, konfrontasi antara kedua negara bahkan semakin sering terjadi, mulai dari serangan siber, operasi rahasia, hingga serangan militer terbuka.

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.