Sidrap, katasulsel.com — Gelaran Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Sidrap tak hanya menyatukan puluhan ribu guru dari berbagai daerah. Lebih dari itu, ajang ini meninggalkan kesan mendalam bagi para tamu, termasuk Bupati Soppeng.
Apresiasi yang disampaikan orang nomor satu di Kabupaten Soppeng itu menjadi sinyal bahwa Sidrap bukan sekadar sukses menjadi tuan rumah. Di balik kemeriahan acara, tersimpan penyelenggaraan yang dinilai tertib, hangat, dan mampu menghadirkan suasana kekeluargaan di tengah ribuan insan pendidikan dari seluruh Sulawesi Selatan.
Selama beberapa hari pelaksanaan, Sidrap berubah menjadi ruang perjumpaan para guru. Arena pertandingan dipenuhi semangat sportivitas, panggung seni menjadi tempat lahirnya kreativitas, sementara setiap sudut kota menjadi saksi bertemunya sahabat lama hingga terjalinnya persahabatan baru.
Bagi banyak peserta, Porsenijar bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ajang ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antarguru, bertukar pengalaman, sekaligus memperkuat persatuan insan pendidikan di Sulawesi Selatan.
Apresiasi dari Bupati Soppeng pun mempertegas citra positif yang berhasil dibangun Sidrap. Keramahan masyarakat, kesiapan panitia, hingga dukungan pemerintah daerah dinilai menjadi kombinasi yang membuat ribuan peserta merasa nyaman selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Tak mengherankan jika usai pembukaan, Porsenijar PGRI Sulsel 2026 di Sidrap menjadi salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan di kalangan guru. Bahkan, tidak sedikit peserta yang menyebut penyelenggaraan tahun ini sebagai salah satu yang terbaik sepanjang sejarah Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan.
Bagi Sidrap, keberhasilan itu bukan hanya soal menjadi tuan rumah. Lebih dari itu, daerah berjuluk Bumi Nene Mallomo tersebut berhasil meninggalkan jejak sebagai tempat yang mampu menyatukan ribuan guru dalam semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kemajuan pendidikan.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
