Soppeng, Katasulsel.com — Bagi sebagian warga lanjut usia di Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa, memeriksa tekanan darah bukanlah kegiatan yang dilakukan setiap hari. Jarak, kesibukan, hingga kebiasaan menunda pemeriksaan kesehatan membuat banyak lansia memilih bertahan dengan keluhan yang dirasakan.

Karena itu, ketika mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin bersama petugas kesehatan datang langsung ke desa membawa layanan pemeriksaan gratis, kesempatan tersebut tidak disia-siakan warga.

Minggu, 29 Juni 2026, suasana salah satu rumah warga di Desa Laringgi tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah lansia berkumpul, bukan untuk menghadiri pesta atau arisan, melainkan untuk memeriksa kesehatan sekaligus belajar mengenali ancaman hipertensi yang sering datang tanpa gejala.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) III FKM Universitas Hasanuddin Posko Desa Laringgi yang berkolaborasi dengan UPT Puskesmas Batu Batu.

Bagi masyarakat pedesaan, hipertensi sering dianggap penyakit biasa. Padahal, kondisi itu menjadi salah satu penyebab utama stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal apabila tidak dikendalikan sejak dini.

Karena itulah edukasi kesehatan kali ini sengaja difokuskan pada pencegahan hipertensi, terutama bagi kelompok usia lanjut yang memiliki risiko lebih tinggi.

Namun mahasiswa tidak hanya berbicara soal tekanan darah.

Mereka juga mengajak warga melihat persoalan lain yang tak kalah dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni sampah rumah tangga.

Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan bagaimana sampah yang dibiarkan menumpuk dapat menjadi sumber penyakit dan menurunkan kualitas lingkungan desa. Warga diajak mulai membiasakan memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.

Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan mengenai keluhan yang selama ini mereka rasakan.

Ada yang bertanya soal tekanan darah yang sering naik turun, ada pula yang ingin mengetahui pola hidup yang tepat agar tetap sehat di usia lanjut.

Bagi mahasiswa PBL III FKM Unhas, kegiatan ini bukan sekadar penyuluhan. Mereka ingin mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus membangun kesadaran bahwa penyakit lebih murah dicegah daripada diobati.

Kolaborasi dengan UPT Puskesmas Batu Batu juga menjadi contoh bagaimana kampus dan fasilitas kesehatan dapat bekerja bersama menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan masyarakat, langkah sederhana seperti memeriksa tekanan darah dan menjaga kebersihan lingkungan justru menjadi fondasi penting untuk menciptakan desa yang lebih sehat.

Melalui kegiatan ini, Desa Laringgi menunjukkan bahwa upaya menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari rumah sakit besar. Kadang, perubahan itu berawal dari sebuah pertemuan sederhana di rumah warga, ketika masyarakat mau meluangkan waktu untuk memeriksa kesehatannya dan belajar hidup lebih sehat.

Bagi warga Laringgi, hari itu bukan sekadar penyuluhan. Bagi sebagian lansia, hari itu mungkin menjadi pertama kalinya mereka mengetahui kondisi tekanan darah mereka secara pasti. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Soppeng hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Soppeng terbaru di sini