MAKASSAR, Katasulsel.com — Sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan diperkirakan kembali berada dalam pola cuaca tidak stabil pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi mendominasi sebagian besar kabupaten, dengan potensi peningkatan intensitas di beberapa titik.
Berdasarkan prakiraan dari BMKG, wilayah seperti Sidrap, Soppeng, Enrekang, dan Wajo akan mengalami variasi cuaca sejak pagi hingga malam hari, dengan kondisi yang cenderung berubah cepat.
Di Kabupaten Sidrap, hujan ringan diperkirakan terjadi di sejumlah kecamatan seperti Tellu Limpoe, Watang Pulu, dan Baranti.
Kondisi ini umumnya terjadi pada siang hingga sore hari dengan suhu berkisar 23–33 derajat Celsius dan kelembapan tinggi hingga 97 persen.
Soppeng juga berada dalam pola serupa, dengan hujan ringan hingga sedang yang berpotensi terjadi di wilayah Marioriwawo, Lalabata, Liliraja, hingga Ganra.
Kondisi kelembapan yang mendekati 100 persen membuka peluang terbentuknya kabut atau udara kabur pada waktu tertentu.
Sementara itu, Wajo cenderung lebih stabil pada siang hari namun berawan tebal pada malam.
Meski hujan relatif ringan, BMKG mencatat kondisi angin timur laut dan gelombang laut rendah di kisaran 0,5 hingga 1 meter tetap perlu diwaspadai oleh aktivitas perairan.
Enrekang menjadi wilayah dengan perhatian khusus. Hujan diperkirakan turun sejak siang hingga malam dengan intensitas sedang, disertai potensi petir dan angin kencang di beberapa titik.
Suhu yang lebih sejuk, berkisar 19–33 derajat Celsius, tidak mengurangi dinamika cuaca yang cukup aktif di wilayah pegunungan tersebut.
Secara umum, pagi hari di Sulawesi Selatan masih relatif cerah berawan, namun memasuki siang hingga sore hari, hujan diperkirakan menyebar hampir merata.
Pada malam hingga dini hari, kondisi berawan dengan hujan ringan masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah.
BMKG juga mencatat suhu udara berada di kisaran 19 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi antara 70 hingga 100 persen, serta angin dominan dari arah utara hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam.
Dengan pola cuaca yang dinamis ini, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan kondisi mendadak, terutama bagi pengguna jalan, pelaku perjalanan darat, serta aktivitas di wilayah perairan.
Cuaca ekstrem berskala lokal masih berpotensi terjadi meski tidak merata. (*)
