Jakarta, Katasulsel.com – Sedang membuka Instagram seperti biasa, tiba-tiba akun tidak bisa diakses. Password yang selama ini digunakan mendadak salah, email pemulihan berubah, bahkan nomor telepon yang terhubung dengan akun juga sudah tidak lagi dikenali.

Kalau mengalami kondisi seperti itu, jangan buru-buru menyimpulkan akun hilang selamanya.

Kasus peretasan akun Instagram masih menjadi salah satu ancaman yang kerap dialami pengguna media sosial. Sasarannya bukan hanya selebritas atau kreator konten, tetapi juga pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga pengguna biasa. Tak sedikit akun yang diretas kemudian disalahgunakan untuk meminta uang kepada teman korban, menyebarkan tautan phishing, hingga menjalankan berbagai modus penipuan.

Kabar baiknya, akun yang diretas masih memiliki peluang untuk dipulihkan selama pengguna bertindak cepat dan mengikuti prosedur resmi dari Instagram.

Lalu, apa saja yang harus dilakukan?

1. Cek Email yang Terhubung dengan Instagram

Langkah pertama adalah membuka email yang digunakan untuk mendaftarkan akun Instagram. Periksa juga folder Spam atau Junk.

Instagram biasanya mengirim pemberitahuan apabila terjadi perubahan alamat email, nomor telepon, atau kata sandi akun.

Jika menerima email yang menginformasikan adanya perubahan yang tidak pernah Anda lakukan, segera gunakan tautan pengamanan yang disediakan sebelum masa berlakunya habis.

Semakin cepat dilakukan, semakin besar peluang akun dapat diamankan.

2. Gunakan Jalur Pemulihan Resmi

Kalau sudah tidak bisa login, jangan langsung percaya kepada orang yang mengaku bisa mengembalikan akun. Gunakan fitur pemulihan resmi melalui halaman bantuan login Instagram, lalu ikuti seluruh tahapan verifikasi yang diminta. Meta menyediakan mekanisme khusus bagi pengguna yang kehilangan akses akibat akun diretas.

3. Minta Tautan Login

Kalau email atau nomor telepon pemulihan masih bisa diakses, manfaatkan fitur pengiriman tautan login.

Instagram akan mengirim tautan khusus yang bisa digunakan untuk mencoba memulihkan akses ke akun tanpa harus mengetahui kata sandi yang telah diubah peretas.

4. Siapkan Verifikasi Identitas

Dalam beberapa kasus, Instagram akan meminta pengguna membuktikan bahwa akun tersebut benar-benar miliknya.

Pengguna dapat diminta melakukan verifikasi identitas, termasuk merekam video swafoto apabila akun memiliki foto wajah.

Ikuti seluruh petunjuk yang diberikan hingga proses selesai.

5. Jangan Lupa Amankan Email

Banyak orang fokus mengembalikan akun Instagram, padahal sumber masalahnya justru berasal dari email yang lebih dulu diretas.

Setelah akun berhasil dipulihkan, segera ganti kata sandi email dan aktifkan verifikasi dua langkah agar tidak kembali diambil alih.

6. Ganti Password dengan Kombinasi yang Lebih Kuat

Hindari menggunakan password lama atau kata sandi yang mudah ditebak seperti nama, tanggal lahir, atau nomor telepon.

Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol agar tingkat keamanannya lebih baik.

7. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Salah satu cara paling efektif melindungi akun adalah mengaktifkan Two-Factor Authentication (2FA).

Dengan fitur ini, setiap login dari perangkat baru akan memerlukan kode verifikasi tambahan sehingga akun lebih sulit diambil alih meski password berhasil diketahui orang lain.

8. Periksa Perangkat yang Masih Login

Kalau akun sudah kembali, jangan langsung merasa aman.

Periksa daftar perangkat yang masih memiliki akses ke akun Instagram, lalu keluarkan perangkat yang tidak dikenali.

Langkah sederhana ini sering terlupakan, padahal sangat penting untuk memastikan peretas benar-benar kehilangan akses.

9. Cabut Akses Aplikasi Pihak Ketiga

Pernah menghubungkan akun Instagram ke aplikasi penambah followers, edit foto, atau layanan lain?

Coba periksa kembali.

Kalau ada aplikasi yang tidak lagi digunakan atau terasa mencurigakan, segera cabut aksesnya untuk mengurangi risiko kebocoran data.

10. Jangan Percaya Jasa Pemulihan Berbayar

Belakangan ini banyak akun media sosial yang menawarkan jasa mengembalikan Instagram dengan imbalan uang.

Pengguna sebaiknya berhati-hati.

Meta tidak pernah menunjuk pihak ketiga untuk membuka fitur atau mengembalikan akun pengguna. Jangan pernah memberikan password, kode OTP, maupun kode verifikasi kepada siapa pun.

Alih-alih mendapatkan kembali akun, tindakan tersebut justru dapat membuat akun benar-benar berpindah tangan.

Akun Instagram yang diretas memang bisa membuat panik, apalagi jika digunakan untuk bekerja, berjualan, atau menyimpan banyak kenangan pribadi. Namun, kehilangan akses bukan berarti semuanya berakhir.

Selama masih memiliki akses ke email atau nomor telepon pemulihan, atau dapat melewati proses verifikasi identitas, peluang mendapatkan kembali akun tetap terbuka.

Jadi, kalau suatu hari akun Instagram tiba-tiba tidak bisa diakses, jangan langsung membuat akun baru. Coba telusuri penyebabnya, manfaatkan jalur pemulihan resmi yang disediakan Instagram, dan pastikan keamanan akun diperkuat setelah berhasil dipulihkan.

Pernah mengalami akun Instagram diretas? Bagaimana cara kamu mendapatkannya kembali? Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar. Siapa tahu bisa membantu pengguna lain yang sedang menghadapi masalah serupa. (*)

Topik Terkait: Ragam