SIDRAP — Ada cerita menarik dari Surabaya akhir Juni 2026. Di antara ratusan pelajar dari berbagai daerah yang datang membawa ambisi juara, ada nama-nama kecil dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang perlahan mencuri perhatian.

Mereka bukan datang membawa nama sekolah besar dari kota metropolitan. Mereka datang membawa hasil latihan, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk menguji kemampuan di panggung nasional.

Ajang Olimpiade Nasional Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris (OMNAS) 15 di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) akhirnya menjadi saksi. Pelajar Sidrap berhasil membawa pulang tiga medali dari kompetisi yang mempertemukan sekitar 500 peserta pada setiap mata pelajaran dan level.

Sy Nada Salsabila dari SMPN 1 Pangkajene menjadi salah satu kejutan setelah meraih Medali Emas Matematika Level 4. Sementara AQJ dari SDN 11 Pangkajene mendapatkan Medali Perak Matematika Level 3, dan Kamandaka Atharrizz Chalief dari SDN 10 Pangkajene meraih Medali Perunggu Sains Level 3.

Tapi kisah mereka bukan sekadar tentang medali yang dipajang di rumah.

OMNAS memiliki tantangan berbeda. Peserta tidak cukup hanya cepat memilih jawaban benar. Mereka harus mampu menjelaskan cara berpikir, langkah penyelesaian, hingga alasan di balik sebuah jawaban.

Di sinilah mental anak-anak Sidrap diuji.

Pendiri Rumah Belajar Asiahamzah Sidrap, Elly Hamzah, mengungkapkan ada momen yang membuat dirinya terharu saat melihat perjuangan AQJ.

Sempat tidak mengisi beberapa soal isian, AQJ justru mampu menyelesaikan seluruh soal esai yang memiliki bobot lebih besar. Keyakinannya terbukti saat namanya dipanggil sebagai peraih Medali Perak.

Cerita itu menjadi gambaran bahwa dalam kompetisi, bukan hanya jumlah jawaban yang menentukan, tetapi bagaimana seseorang mampu berpikir dan menyelesaikan tantangan.

Selain tiga peraih medali, pelajar Sidrap juga memenuhi daftar grand finalis di tiga kategori besar: Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris.

Prestasi tersebut menjadi sinyal bahwa potensi besar tidak hanya lahir dari kota-kota besar. Dari Sidrap, muncul anak-anak muda yang menunjukkan bahwa kecerdasan tidak mengenal batas wilayah.

Dari ruang belajar di daerah, mereka melangkah ke panggung nasional. Dan kali ini, Sidrap pulang membawa cerita: daerah kecil dengan mimpi besar.