PINRANG — Harapan besar disematkan kepada generasi muda sepak bola Kabupaten Pinrang. Bukan hanya soal mengejar kemenangan, tetapi membawa nama daerah dengan karakter, sportivitas, dan semangat pantang menyerah.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang, A. Calo Kerrang, saat melepas Tim Sepak Bola Kelompok Umur (KU) U-10 dan U-12 Pinrang yang akan tampil pada ajang Piala Presiden Wilayah Sulawesi Selatan di Kota Makassar, Kamis (25/6).
Di balik keberangkatan para pemain cilik tersebut, tersimpan misi pembinaan jangka panjang. Pemerintah Kabupaten Pinrang melihat sepak bola usia dini bukan hanya sebagai arena kompetisi, tetapi juga wadah membentuk karakter anak-anak agar tumbuh sehat, disiplin, dan memiliki mental juara.
A. Calo Kerrang berpesan agar para pemain tidak hanya fokus pada hasil akhir pertandingan. Menurutnya, setiap anak yang mengenakan seragam Pinrang membawa tanggung jawab untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjaga nama baik daerah.
“Berikan yang terbaik untuk Kabupaten Pinrang. Tunjukkan bahwa atlet Pinrang bukan hanya mampu bermain, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, dan sportivitas tinggi,” pesannya.
Menurutnya, kemenangan memang menjadi tujuan dalam sebuah pertandingan. Namun nilai yang lebih penting adalah bagaimana para pemain mampu menghargai lawan, menjaga kekompakan tim, serta menjadikan setiap laga sebagai pengalaman berharga dalam perjalanan mereka sebagai atlet.
Sekda juga mengingatkan pemain, pelatih, dan official agar menjaga kondisi kesehatan selama mengikuti turnamen. Sebab, kesiapan fisik menjadi salah satu kunci agar pemain mampu tampil maksimal di lapangan.
Keikutsertaan tim U-10 dan U-12 Pinrang di Piala Presiden Sulsel diharapkan menjadi langkah awal lahirnya bibit-bibit sepak bola baru dari daerah tersebut. Pemerintah berharap ajang ini mampu memotivasi lebih banyak anak muda Pinrang untuk aktif berolahraga dan menjauh dari berbagai aktivitas negatif.
Dengan pembinaan yang konsisten, Pinrang optimistis akan melahirkan atlet-atlet muda yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat regional, tetapi juga berpotensi membawa nama daerah hingga level nasional.
