Pinrang, Katasulsel.com – Di tengah berbagai program pembangunan yang terus berjalan, sebuah kisah sederhana namun menyentuh hati hadir dari Kelurahan Padaidi, Kecamatan Mattiro Bulu. Sebuah rumah yang sebelumnya jauh dari kata layak huni kini mulai berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi penghuninya.

Perubahan itu dirasakan keluarga Mujia setelah Pemerintah Kabupaten Pinrang bersama Polres Pinrang mengulurkan bantuan renovasi rumah dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara 2026.

Bukan sekadar memperbaiki dinding atau atap, program ini membawa harapan baru bagi keluarga penerima manfaat. Sebab bagi sebagian warga, rumah yang layak bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga fondasi untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kapolres Pinrang AKBP Edy Sabhara Manggabarani bersama Bupati Pinrang H.A. Irwan Hamid di lokasi rumah penerima bantuan.

Kehadiran dua pimpinan daerah tersebut menjadi simbol bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak selalu berbentuk kebijakan besar, tetapi juga bisa diwujudkan melalui langkah nyata yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

Bupati Pinrang Irwan Hamid menegaskan bahwa rumah memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar bangunan fisik.

Menurutnya, hunian yang layak menjadi ruang tumbuh bagi keluarga untuk membangun harapan, menjaga kesehatan, dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.

“Rumah bukan hanya tempat berlindung, tetapi menjadi tempat keluarga menata masa depan,” ujarnya.

Program renovasi rumah ini sekaligus memperlihatkan kuatnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pinrang dan Polres Pinrang dalam menghadirkan solusi atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Kolaborasi tersebut mendapat apresiasi karena manfaatnya dirasakan langsung oleh warga yang membutuhkan, terutama mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Bupati Irwan juga menilai kerja sama lintas sektor seperti ini menjadi kekuatan penting dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di tengah tantangan pembangunan, pendekatan yang menyentuh kebutuhan dasar warga dinilai mampu menghadirkan dampak yang lebih nyata dibanding sekadar program seremonial.

Bagi keluarga Mujia, renovasi rumah ini bukan hanya soal bangunan yang diperbaiki. Bantuan tersebut menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat, sekaligus bukti bahwa kepedulian masih tumbuh melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian.

Menjelang peringatan Hari Bhayangkara 2026, program ini menjadi salah satu contoh bahwa semangat pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum dan pelayanan publik, tetapi juga lewat aksi kemanusiaan yang menghadirkan senyum dan harapan baru bagi warga yang membutuhkan. (*)