Assen, Katasulsel.com – Kecelakaan yang dialami Veda Ega Pratama pada Moto3 Belanda 2026 ternyata tidak membuat Honda Team Asia kehilangan kepercayaan terhadap pembalap muda Indonesia tersebut.
Di balik insiden crash yang menghentikan langkah Veda saat sedang bertarung di kelompok terdepan, Honda justru melihat potensi besar yang dimiliki rider asal Indonesia itu untuk bersaing dengan para kandidat juara dunia Moto3 musim ini.
Sebelum balapan utama berlangsung, Veda sebenarnya sudah lebih dulu mengalami cobaan berat. Pada sesi latihan hari Jumat, pembalap bernomor 9 itu terjatuh dan gagal mencatat hasil maksimal.
Namun, Honda menilai kecelakaan tersebut bukan sepenuhnya kabar buruk.
Tim teknis Honda Team Asia mengungkapkan mereka berhasil mengumpulkan sejumlah data penting dari motor yang diuji Veda sebelum insiden terjadi. Data tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi yang membantu peningkatan performa motor menjelang kualifikasi.
Meski demikian, Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menyoroti satu persoalan yang dinilai lebih merugikan dibanding kecelakaan itu sendiri.
Menurutnya, Veda kembali terkena penalti akibat berkendara terlalu lambat di lintasan saat sesi berlangsung.
Bagi tim Honda, kesalahan semacam itu menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi posisi start dan strategi balapan secara keseluruhan.
Meski sempat terjatuh dan menghadapi tekanan besar, Veda mampu memberikan jawaban di sesi kualifikasi.
Pembalap Indonesia tersebut sukses mengamankan posisi start ketujuh dan menempatkan dirinya di baris ketiga grid Moto3 Assen.
Pencapaian itu mendapat pujian langsung dari Aoyama.
Legenda MotoGP Jepang tersebut menilai Veda menunjukkan mental yang kuat serta kepercayaan diri tinggi saat menghadapi situasi sulit di tengah cuaca panas ekstrem yang menyelimuti Sirkuit Assen.
Honda bahkan meyakini hasil kualifikasi Veda bisa jauh lebih baik.
Menurut evaluasi tim, kecepatan Veda sebenarnya cukup untuk menembus barisan depan. Namun catatan waktunya terganggu oleh padatnya lalu lintas pembalap saat menjalani putaran cepat.
Prediksi Honda terbukti saat balapan berlangsung.
Start dari posisi ketujuh, Veda tampil agresif dan langsung menerobos kelompok elit. Ia bahkan sempat menyalip sejumlah rival kuat hingga merebut posisi kedua serta ikut memimpin jalannya balapan bersama David Almansa dan Maximo Quiles.
Sayangnya, duel sengit di grup terdepan berakhir pahit.
Pada lap kedelapan, Veda mengalami highside yang membuat motornya terlempar keluar lintasan dan memaksanya gagal finis.
Meski pulang tanpa poin dari Assen, penampilan Veda sebelum crash justru menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia itu kini bukan lagi sekadar peserta pelengkap di Moto3.
Ia sudah menjadi ancaman nyata bagi para pembalap papan atas dunia.
Dan dari cara Honda Team Asia membela sekaligus memuji performanya, satu pesan tampak jelas: kepercayaan tim kepada Veda Ega Pratama belum runtuh, bahkan semakin kuat setelah Assen. (*)
