Katasulsel.com – Setelah jeda musim panas, Kejuaraan Dunia Moto3 2026 kembali bergulir akhir pekan ini melalui Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, 7 hingga 9 Agustus. Bagi Veda Ega Pratama, balapan tersebut bukan sekadar seri berikutnya, melainkan ujian penting untuk mengakhiri tren enam balapan tanpa podium sekaligus menjaga peluang bersaing di papan atas klasemen sementara.

Pembalap Honda Team Asia itu datang ke Silverstone dengan tantangan yang tidak ringan. Selain belum pernah membalap di sirkuit legendaris tersebut, Veda juga dituntut segera menemukan kembali performa terbaiknya setelah gagal menembus tiga besar dalam enam seri terakhir.

Meski demikian, peluang Veda belum tertutup. Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu tetap menunjukkan konsistensi sepanjang musim dengan rutin mengamankan poin. Dua podium yang berhasil diraihnya pada paruh pertama musim menjadi bukti bahwa ia mampu bersaing dengan para pembalap papan atas Moto3.

Memasuki GP Inggris, Veda masih berada di posisi enam klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 90 poin. Persaingan menuju lima besar klasemen berlangsung ketat sehingga setiap poin di Silverstone akan sangat menentukan posisi para pembalap menjelang rangkaian balapan berikutnya.

Silverstone dikenal sebagai salah satu sirkuit paling menantang dalam kalender MotoGP. Lintasan berkarakter cepat dengan kombinasi tikungan panjang menuntut kemampuan adaptasi, keberanian saat pengereman, serta pengaturan ban yang tepat. Faktor cuaca Inggris yang kerap berubah juga berpotensi menjadi penentu jalannya balapan.

Namun, kemampuan beradaptasi justru menjadi salah satu kekuatan Veda musim ini. Pada sejumlah sirkuit yang baru pertama kali dijajal, ia mampu tampil kompetitif dan bahkan mengamankan hasil yang mengejutkan. Catatan itu menjadi modal penting menghadapi debutnya di Silverstone.

GP Inggris juga menjadi awal paruh kedua musim Moto3 2026. Hasil yang diraih di Silverstone diperkirakan akan memengaruhi peta persaingan klasemen, termasuk peluang Veda untuk tetap berada di jalur perebutan posisi lima besar hingga akhir musim.

Apabila mampu kembali bersaing di barisan depan, Veda bukan hanya berpeluang mengakhiri paceklik podium, tetapi juga mengirimkan pesan bahwa dirinya tetap menjadi salah satu talenta muda Indonesia yang patut diperhitungkan di ajang Kejuaraan Dunia Moto3.(*)