Assen, Katasulsel.com – Posisi start ke-16 biasanya menjadi mimpi buruk bagi pembalap Moto3. Namun Muhammad Hakim Danish membuktikan bahwa balapan tidak dimenangkan di sesi kualifikasi, melainkan di lintasan saat lampu start padam.

Pada seri Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Minggu (28/6/2026), pembalap muda Malaysia itu tampil bak roket yang melesat dari belakang. Meski hanya memulai balapan dari posisi ke-16, Danish mampu membuat kejutan dengan menembus kelompok terdepan dan terlibat duel sengit melawan para pembalap elite.

Padahal sehari sebelumnya Danish mengaku kurang puas dengan hasil kualifikasi. Start dari barisan belakang membuat peluangnya untuk berburu podium terlihat tidak mudah.

Namun begitu balapan dimulai, cerita berubah total.

Pembalap yang pekan lalu mencetak kemenangan perdana di Moto3 Ceko itu langsung menunjukkan mental petarung. Sedikit demi sedikit ia memangkas jarak, menyalip lawan demi lawan, hingga berhasil masuk ke rombongan terdepan yang bertarung memperebutkan posisi podium.

Momen paling mencuri perhatian terjadi pada lap ketujuh. Saat banyak pembalap memilih bermain aman, Danish justru melakukan manuver agresif dan berhasil merebut posisi di zona empat besar.

Aksi tersebut membuat namanya beberapa kali muncul dalam sorotan kamera siaran internasional. Dari posisi start yang jauh dari ideal, Danish berubah menjadi salah satu pembalap paling aktif dalam perburuan posisi depan.

Penampilan impresif ini sekaligus menjadi bukti bahwa kemenangan yang diraihnya di Moto3 Ceko bukan kebetulan semata. Kepercayaan dirinya terlihat meningkat drastis setelah merasakan podium tertinggi untuk pertama kali dalam kariernya.

Sebelum balapan di Assen, Danish memang datang dengan modal besar. Ia tengah berada dalam tren positif dan bersaing ketat di papan tengah klasemen Moto3 2026.

Persaingannya juga semakin menarik karena melibatkan rival terdekat dari Indonesia, Veda Ega Pratama. Sebelum seri Belanda digelar, Veda menempati posisi keenam klasemen sementara, hanya satu tingkat di atas Danish yang berada di urutan ketujuh.

Meski sempat mengalami akhir pekan yang tidak mulus dalam sesi latihan dan kualifikasi, performa Danish saat balapan utama menunjukkan karakter sesungguhnya seorang pembalap. Saat tekanan meningkat dan peluang terlihat kecil, ia justru tampil lebih berani.

Assen kembali membuktikan reputasinya sebagai “The Cathedral of Speed”. Dan di lintasan legendaris itulah Muhammad Hakim Danish mengirim pesan kuat kepada para pesaingnya: jangan pernah meremehkan pembalap yang memulai balapan dari belakang.