Palopo, Katasulsel.com — Menjelang tahun ajaran baru, salah satu janji politik Wali Kota Palopo Naili Trisal kembali menjadi sorotan publik. Program seragam sekolah gratis yang pernah digaungkan saat Pilkada Palopo 2024 hingga kini belum terlihat tanda-tanda pelaksanaannya.

Janji yang sempat mendapat perhatian masyarakat itu kini berhadapan dengan waktu. Sejumlah orang tua siswa mulai mengambil langkah sendiri karena belum adanya kepastian kapan program tersebut benar-benar berjalan.

Bagi sebagian keluarga, seragam sekolah bukan sekadar perlengkapan pendidikan, tetapi juga tambahan beban biaya di tengah kebutuhan lain menjelang anak kembali masuk sekolah.

Maryam (37), warga Palopo, mengaku belum menerima informasi resmi terkait jadwal pembagian seragam gratis yang dijanjikan pemerintah kota.

“Belum ada kejelasan sampai sekarang terkait seragam sekolah gratis,” kata Maryam, Minggu (28/6/2026).

Menurut dia, program tersebut sebelumnya cukup ramai diperbincangkan, terutama setelah menjadi salah satu program unggulan pasangan Naili Trisal bersama Wakil Wali Kota Akhmad Syarifuddin Daud atau Ome.

Namun, memasuki masa persiapan sekolah, masyarakat mulai mempertanyakan kapan janji tersebut diwujudkan.

“Di media sosial ramai dibahas karena masyarakat menunggu realisasinya,” ujarnya.

Karena tidak ingin anaknya masuk sekolah tanpa perlengkapan, Rahman akhirnya memilih membeli sendiri seragam untuk anaknya yang akan duduk di bangku sekolah dasar.

“Saya sudah beli seragam SD untuk anak saya,” ungkapnya.

Anggaran Ada, Tapi Progres Belum Terlihat

Sorotan terhadap program ini semakin menguat setelah muncul pertanyaan mengenai anggaran yang sebelumnya disebut telah disiapkan Pemerintah Kota Palopo.

Ketua DPRD Palopo Darwis melalui media menyebut pengadaan seragam sekolah gratis telah masuk dalam APBD Pokok 2026 dengan nilai sekitar Rp700 juta.

Namun, hingga kini pihak legislatif mengaku belum mendapatkan laporan perkembangan pelaksanaan program tersebut.

“Ada anggarannya, Rp700 juta dari APBD pokok. Tapi progresnya kami belum tahu,” ujar Darwis.

Ia juga mengungkapkan belum menerima rincian teknis mengenai jumlah siswa penerima maupun jenis seragam yang akan diberikan.

“Belum ada rinciannya, apakah anggaran itu untuk baju celana saja atau baju rok,” katanya.

Belum terealisasinya program tersebut membuat masyarakat kini menunggu langkah Pemerintah Kota Palopo. Sebab, seragam gratis bukan hanya soal bantuan barang, tetapi juga menjadi ukuran sejauh mana janji kampanye diterjemahkan menjadi kebijakan nyata.

Dengan tahun ajaran baru yang semakin dekat, publik kini menanti satu hal: kapan janji seragam gratis itu benar-benar sampai ke tangan siswa?