Sidrap, Katasulsel.com — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali mendapat pengakuan dari pemerintah pusat sebagai salah satu daerah dengan kemajuan pertanian paling menonjol di kawasan Indonesia Timur.

Hal itu disampaikan Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas, Ika Retna Wulandary, ST., M.Sc., saat mengunjungi Pabrik Beras 35 Sidrap bersama Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, Kamis (9/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting karena Sidrap dinilai berhasil menunjukkan transformasi sektor pertanian dari pola konvensional menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berorientasi pada penguatan ketahanan pangan nasional.

Di hadapan rombongan, Ika mengaku terkesan melihat perkembangan pertanian Sidrap yang tidak hanya terlihat di lahan persawahan, tetapi juga pada sistem pengolahan hasil panen yang semakin maju.

“Yang kita lihat saat ini sudah sangat modern. Ini bisa menjadi percontohan bagi wilayah Indonesia Timur. Mulai dari proses penggilingan hingga sistem pertaniannya sudah lebih maju,” ujarnya.

Menurut Ika, pengalaman Sidrap dalam membangun sektor pangan layak dipelajari daerah lain yang memiliki potensi pertanian serupa. Karena itu, Bappenas turun langsung untuk melihat berbagai inovasi yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Sidrap.

Ia menegaskan, hasil kunjungan tersebut akan menjadi bahan laporan kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari evaluasi dan pengembangan sektor pertanian nasional.

“Kami datang untuk belajar dan melihat langsung apa yang telah dilakukan Sidrap. Harapannya, Sidrap bisa menjadi contoh bagi daerah penghasil padi dan beras lainnya di Indonesia Timur,” katanya.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menjelaskan bahwa kemajuan yang dicapai daerahnya merupakan hasil dari konsistensi pembangunan sektor pertanian selama beberapa tahun terakhir.

Menurut Syahar, Sidrap tidak hanya fokus meningkatkan produksi padi, tetapi juga melakukan modernisasi pada berbagai sektor pendukung, mulai dari teknologi pertanian, sistem panen, pengolahan hasil, hingga penguatan sumber daya manusia.

“Sidrap merupakan daerah sentra pangan yang terus bergerak menuju pertanian modern. Hasil pertanian kami juga telah menjangkau pasar di berbagai wilayah Indonesia Timur,” ungkapnya.

Syahar bahkan menyebut target swasembada pangan yang menjadi program nasional telah terwujud di Sidrap dan kini daerahnya tengah bergerak menuju level yang lebih tinggi.

“Harapan Presiden terkait swasembada pangan di Sidrap bukan hanya tercapai, tetapi kami sedang menuju super swasembada. Infrastruktur, SDM, dan sektor pendukung lainnya juga terus kami benahi,” jelasnya.

Selain membahas sektor pangan, Syahar juga memanfaatkan kunjungan Bappenas untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan infrastruktur di Sidrap. Ia berharap dukungan pemerintah pusat terus mengalir agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan lebih cepat.

Kunjungan Bappenas ke Sidrap menjadi sinyal positif bahwa daerah yang dikenal sebagai lumbung beras Sulawesi Selatan ini semakin diperhitungkan dalam peta pembangunan nasional. Dengan produksi pangan yang terus meningkat dan modernisasi yang berjalan konsisten, Sidrap kini tidak hanya menjadi kebanggaan Sulawesi Selatan, tetapi juga mulai dilirik sebagai model pembangunan pertanian bagi Indonesia Timur. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini