Sidrap – Selama beberapa pekan ke depan, warga Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), akan lebih sering melihat mahasiswa mengetuk pintu rumah, berbincang dengan warga, hingga mencatat berbagai informasi di lapangan.
Mereka bukan petugas sensus maupun pendata bantuan sosial. Tujuh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) hadir dengan satu tujuan: membaca lebih dekat kondisi kesehatan masyarakat sebagai dasar lahirnya solusi yang sesuai kebutuhan desa.
Langkah awal itu ditandai melalui Seminar Awal Praktik Belajar Lapangan (PBL) I yang digelar di Kantor Desa Sereang, Selasa (7/7/2026), dan dihadiri unsur pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, Babinsa, serta tokoh masyarakat.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial pembuka. Forum itu menjadi pintu masuk untuk membangun kepercayaan masyarakat sebelum melakukan pengumpulan data langsung di lapangan.
Selama pelaksanaan PBL I, mahasiswa akan melakukan observasi lingkungan, wawancara warga, hingga survei kesehatan yang bertujuan mengidentifikasi persoalan-persoalan yang selama ini mungkin belum terdokumentasi secara menyeluruh.
Mulai dari perilaku hidup sehat, kondisi lingkungan, akses pelayanan kesehatan, hingga berbagai faktor yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat akan menjadi bagian dari kajian mereka.
Kepala Desa Sereang, Darmawansyah, menilai kehadiran mahasiswa dapat memberikan perspektif baru dalam melihat tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat desa.
Menurutnya, hasil identifikasi yang dilakukan mahasiswa nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah desa dalam menyusun program yang lebih tepat sasaran.
“Kami berharap mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat dan menggali berbagai informasi yang nantinya bermanfaat bagi pembangunan kesehatan di Desa Sereang,” ujarnya.
Tak hanya pemerintah desa, unsur TNI melalui Babinsa Desa Sereang juga turut memberikan pembekalan kepada mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menghormati budaya lokal yang masih kuat di tengah kehidupan masyarakat Sidrap.
Mahasiswa diminta menjaga sopan santun, membiasakan mengucapkan “tabe” saat bertamu, serta memastikan setiap informasi yang diperoleh diverifikasi dengan sumber yang terpercaya.
Pesan tersebut dinilai penting karena keberhasilan pengumpulan data sangat bergantung pada kedekatan dan kepercayaan yang terbangun antara mahasiswa dan masyarakat.
Di bawah bimbingan dosen supervisor Dr. Nurmala Sari, tim PBL I Posko Desa Sereang akan bekerja secara lintas disiplin untuk memetakan berbagai persoalan kesehatan yang ditemukan di lapangan.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kebutuhan akademik mahasiswa, tetapi juga mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui identifikasi masalah kesehatan masyarakat, kegiatan ini mendukung tujuan SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera. Sementara kolaborasi antara kampus, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi bagian dari implementasi SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.
Di tengah berbagai tantangan kesehatan masyarakat yang terus berkembang, pendekatan berbasis data dan partisipasi warga dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam menghadirkan kebijakan yang efektif.
Karena itu, kehadiran mahasiswa FKM Unhas di Desa Sereang bukan hanya tentang belajar dari masyarakat, tetapi juga tentang membantu desa menemukan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi kesehatan warganya.
Dari hasil kunjungan rumah ke rumah itulah nantinya akan lahir rekomendasi yang diharapkan mampu menjadi pijakan bagi pembangunan kesehatan masyarakat yang lebih tepat, terarah, dan berkelanjutan di Kabupaten Sidrap. (*)
Penulis : Afifa Pratiwi, Sekretaris PBL I Posko Desa Sereang
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
