Barru, katasulsel.com – Ramadan baru saja berjalan. Suasana puasa baru terasa beberapa hari.
Namun di kantor Bupati Barru, pembicaraan sudah melompat lebih jauh.
Bukan lagi soal awal puasa. Tapi Lebaran.
Senin pagi (9/3/2026), dari lantai lima ruang rapat Bupati Barru, sebuah layar besar menyala. Di layar itu muncul wajah-wajah para kepala daerah dari berbagai penjuru Indonesia.
Mereka tersambung dalam rapat nasional yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.
Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari ikut hadir. Rapatnya virtual. Lewat Zoom.
Tapi topiknya tidak ringan.
Inflasi. Harga pangan. Dan ancaman lonjakan harga menjelang Lebaran.
Ramadan Baru Dimulai, Harga Sudah Diawasi
Setiap Ramadan ada pola yang hampir sama.
Awal puasa masih relatif stabil.
Namun mendekati Idul Fitri, harga kebutuhan pokok sering mulai bergerak naik.
Cabai.
Bawang.
Telur.
Daging ayam.
Semua bisa melonjak ketika permintaan masyarakat meningkat drastis.
Karena itulah pemerintah pusat sejak awal Ramadan sudah meminta pemerintah daerah bersiap.
Dalam rapat itu, Mendagri Tito Karnavian menegaskan satu hal penting: kepala daerah tidak boleh hanya menunggu harga naik baru bertindak.
Pemerintah daerah diminta aktif memantau kondisi pasar.
Mulai dari stok, distribusi, hingga potensi kelangkaan bahan pangan.
Jika terlambat, dampaknya langsung terasa di dapur masyarakat.
Data BPS Jadi Alarm Dini
Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan kondisi inflasi terbaru.
BPS mencatat perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu pertama Maret 2026.
Data ini penting.
Karena dari sanalah pemerintah bisa membaca potensi kenaikan harga menjelang Lebaran.
Jika tren harga mulai naik di beberapa daerah, pemerintah bisa segera melakukan intervensi.
Misalnya lewat operasi pasar atau distribusi tambahan bahan pangan.
“Data ini menjadi acuan bagi pemerintah pusat dan daerah untuk mengambil langkah antisipatif,” jelas Amalia dalam pemaparan rapat.
Cabai Rawit: Si Kecil Penyebab Inflasi
Dalam forum nasional itu, Kabupaten Barru ikut menjadi perhatian.
Bukan karena masalah besar.
Melainkan karena harga cabai rawit.
Barru diminta menyiapkan penjelasan terkait kenaikan harga komoditas tersebut bersama Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Buton Selatan.
Cabai memang punya reputasi unik dalam ekonomi Indonesia.
Bentuknya kecil.
Tapi
Harga cabai bisa naik dua atau tiga kali lipat dalam waktu singkat.
Dan ketika itu terjadi, inflasi daerah biasanya langsung terdorong naik.
Strategi Pangan Selama Ramadan
Rapat itu juga menghadirkan pemaparan dari Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa.
Ia menjelaskan strategi pemerintah menjaga stabilitas harga selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Langkah yang disiapkan antara lain:
memastikan stok pangan nasional tetap aman
memperlancar distribusi bahan pokok
melakukan operasi pasar jika harga mulai melonjak
memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah
Selain itu, Perum BULOG juga memaparkan upaya stabilisasi harga melalui pengelolaan cadangan pangan pemerintah.
Barru Klaim Terus Pantau Harga
Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga di pasar.
Menurutnya, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) aktif melakukan pemantauan.
Terutama selama Ramadan.
“Pemerintah Kabupaten Barru terus melakukan pemantauan harga dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan serta stabilitas harga pangan,” ujarnya.
Tujuannya sederhana: memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok hingga Lebaran nanti.
Sekalian Bahas Program 3 Juta Rumah
Selain inflasi, rapat nasional tersebut juga membahas Program 3 Juta Rumah.
Program ini merupakan salah satu prioritas pemerintah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian layak.
Pemerintah daerah diminta ikut mendukung pelaksanaannya.
Mulai dari penyediaan lahan hingga percepatan perizinan pembangunan.
Menurut Bupati Barru, pemerintah daerah siap mendukung program tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dari Zoom ke Pasar
Rapat nasional itu berlangsung secara virtual.
Tidak ada keramaian. Tidak ada konferensi besar.
Hanya layar Zoom yang menghubungkan pemerintah pusat dengan ratusan kepala daerah.
Namun keputusan yang dibahas di dalamnya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.
Sebab dari rapat seperti itulah lahir berbagai kebijakan yang menentukan harga cabai di pasar, harga beras di warung, hingga stabilitas pangan menjelang Lebaran.
Dan semuanya dimulai dari satu layar di ruang rapat lantai lima Kantor Bupati Barru. (*)

Tinggalkan Balasan