Penulis
REX JEREMY SANTOSO

SIDRAP – Diabetes sering datang tanpa suara. Tidak menular, tetapi diam-diam menggerogoti kesehatan. Karena itu, edukasi menjadi senjata pertama untuk mencegahnya.

Kesadaran itulah yang dibawa Rex Jeremy Santoso, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas), saat menggelar program edukasi kesehatan bertajuk BESTI (Bebas Sehat tanpa Diabetes) di Balai Desa Padangloang, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari program kerja individu Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Unhas tersebut menyasar warga usia produktif hingga lanjut usia. Rex bersama rekan-rekan satu kelompok KKN memilih pendekatan sederhana namun dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat: mengenali diabetes dan memahami informasi gizi pada kemasan makanan maupun minuman.

Suasana balai desa siang itu tidak hanya diisi penyampaian materi. Sebelum edukasi dimulai, peserta terlebih dahulu mengisi kuisioner pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mereka mengenai diabetes melitus.

Setelah itu, Rex memaparkan berbagai aspek penting terkait penyakit yang kerap disebut sebagai “silent killer” tersebut, mulai dari faktor risiko, tanda dan gejala, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.

Yang menarik, peserta juga diajak mempraktikkan cara membaca label nilai gizi pada produk kemasan. Edukasi ini dinilai penting mengingat semakin banyak masyarakat mengonsumsi makanan dan minuman instan tanpa memahami kandungan gula, kalori, maupun zat gizi lainnya.

“Kami sengaja memberikan kuisioner sebelum dan sesudah edukasi untuk melihat sejauh mana pemahaman warga bertambah, terutama soal diabetes dan cara membaca label gizi pada kemasan makanan dan minuman yang mereka konsumsi sehari-hari,” ujar Rex Jeremy Santoso.

Di akhir kegiatan, peserta kembali mengisi kuisioner post-test sebagai bagian dari evaluasi. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan.

Program BESTI tidak sekadar menyampaikan teori kesehatan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi upaya membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat, yakni lebih kritis dalam memilih produk pangan dan lebih sadar terhadap ancaman diabetes yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Melalui edukasi tersebut, warga Desa Padangloang diharapkan mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan secara mandiri, mulai dari menjaga pola makan, membatasi konsumsi gula berlebih, hingga menjadikan informasi nilai gizi sebagai pertimbangan sebelum membeli makanan dan minuman kemasan.

Bagi mahasiswa KKN-PK Unhas, pengabdian seperti ini menjadi jembatan antara ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata masyarakat. Sementara bagi warga, pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga di masa depan. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini

Topik: Sidrap