Sidrap, Katasulsel.com — Rektor Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., membuka kegiatan Kuliah Umum Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 di Auditorium H. Zaini Razak UMS Rappang, Selasa (1/9/2026).
Kuliah umum tersebut diikuti civitas academica UMS Rappang, mulai dari pimpinan universitas, fakultas, hingga program studi. Kegiatan juga diikuti mahasiswa secara luring oleh mahasiswa semester I dan daring oleh mahasiswa semester III, V, VII, program magister hingga doktoral.
Mengusung tema “Berakar di Lokal, Bertumbuh Secara Global: Etos Pembelajar dan Aksi Berdampak dalam Transformasi Menuju Smart Village”, kuliah umum menghadirkan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FAST) UMS Rappang, Dr. Ir. Reza Asra, S.Tp., M.P., IPM., sebagai pemateri.
Dalam sambutannya, Prof. Jamaluddin mengatakan kuliah umum menjadi momentum penting bagi mahasiswa, khususnya dalam mengawali tahun akademik baru.
“Tahun akademik 2026-2027 ini dimulai 1 September. Semester ganjil berlangsung sampai 28 Februari 2027,” kata Prof. Jamaluddin.
Ia menjelaskan, masa semester ganjil tidak seluruhnya digunakan untuk perkuliahan efektif. Sebagian waktu digunakan untuk ujian, pengumpulan nilai, serta berbagai proses administrasi akademik yang berkaitan dengan Catur Dharma Perguruan Tinggi.
Prof. Jamaluddin kemudian mengingatkan mahasiswa agar tidak memandang kehidupan kampus seperti ketika masih duduk di bangku sekolah. Menurutnya, mahasiswa memiliki kebebasan sekaligus tanggung jawab yang lebih besar dalam mengatur aktivitasnya.
“Jangan hanya datang ke kampus ketika ada kuliah. Ada kuliah atau tidak ada kuliah, silakan datang ke kampus. Paling tidak masuk perpustakaan, konsultasi dengan dosen, berdiskusi dengan dosen, senior, atau teman-teman,” ujarnya.
Menurut dia, kehidupan perguruan tinggi tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan intelektual. Mahasiswa juga perlu membangun kemampuan emosional dan hubungan sosial.
Karena itu, ia meminta mahasiswa tidak hanya mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Ia menekankan pentingnya kompetensi, keahlian, serta kelebihan yang dimiliki setiap mahasiswa.
“Jangan lagi jadi mahasiswa yang hanya mengejar IPK. Yang penting adalah apa kompetensinya, apa keahliannya, apa kelebihannya dibanding dengan yang lain,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMS Rappang menyampaikan empat hal yang perlu menjadi bekal mahasiswa selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Pertama, how to manage your time atau bagaimana mengatur waktu.
Prof. Jamaluddin mengatakan mahasiswa harus mampu mengatur sendiri waktu antara perkuliahan dan berbagai aktivitas kemahasiswaan. Kegiatan akademik tetap harus berjalan bersamaan dengan kegiatan organisasi dan pengembangan diri.
“Karena salah satu penghambat kemajuan itu adalah kemampuan kita atau ketidakmampuan kita untuk mengatur waktu. How to manage your time,” jelasnya.
Kedua, how to manage your mindset atau mengelola pola pikir.
Menurut Prof. Jamaluddin, perguruan tinggi merupakan tempat untuk melatih pola pikir dan memperluas pengetahuan. Mahasiswa tidak cukup hanya menerima teori yang diberikan dosen, tetapi harus mampu mengembangkan dan mengolah pengetahuan tersebut.
“Mahasiswa itu disebut agen of change, agen perubahan. Apa yang mau dirubah? Mindset,” katanya.
Ketiga, out of the box, yakni berani keluar dari zona nyaman.
Prof. Jal meminta mahasiswa tidak terlena dengan kebebasan yang diperoleh setelah memasuki dunia perguruan tinggi. Kebebasan tersebut, kata dia, harus diiringi dengan kedisiplinan dan tanggung jawab pribadi.
Ia juga mengingatkan mahasiswa bahwa proses belajar membutuhkan perjuangan. Ia menyampaikan pesan agar mahasiswa tidak takut lelah dalam belajar karena pendidikan menjadi salah satu bekal untuk menghadapi masa depan.
Keempat, how to make your values, yakni bagaimana mahasiswa membangun dan menentukan nilai dirinya sendiri.
Menurut Prof. Jal, nilai mahasiswa tidak hanya ditentukan dari nilai mata kuliah. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, membaca Al-Qur’an, olahraga, seni, maupun keterampilan lain juga dapat menjadi nilai tambah yang membedakan seorang mahasiswa dengan mahasiswa lainnya.
“Andalah yang menentukan nilai. Bukan hanya nilai mata kuliah, tetapi nilai di luar mata kuliah juga andalah yang tentukan,” ujarnya.
Ia menegaskan, dosen memiliki peran untuk memberikan pengakuan atau penilaian terhadap capaian mahasiswa. Namun, mahasiswa sendirilah yang harus berusaha membangun kompetensi dan keunggulannya.
Menutup sambutannya, Prof. Jamaluddin Ahmad mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang memasuki dunia baru sebagai mahasiswa. Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya aktif dalam bidang akademik, tetapi juga mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan nonakademik.
“Selamat memasuki dunia baru yaitu dunia mahasiswa. Selamat beraktivitas di bidang akademik dan bukan hanya aktif di bidang akademik, tetapi juga mengembangkan diri di dunia nonakademik,” pungkasnya. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
