Pernyataan Dahlan tersebut seolah menjadi penjelasan mengapa nama Syaharuddin Alrif masuk dalam daftar penerima penghargaan tahun ini.

Sebab keberhasilan menjaga dan memperkuat sektor pangan bukan pekerjaan yang hasilnya bisa terlihat dalam semalam.

Ia membutuhkan kebijakan, konsistensi, keberpihakan kepada petani, serta kemampuan menggerakkan seluruh perangkat daerah.

Dari Sidrap untuk Indonesia

Penghargaan ini pada akhirnya bukan hanya milik seorang bupati.

Ia juga menjadi pengakuan terhadap peran Sidrap sebagai daerah penyangga pangan nasional.

Ketika sebuah kabupaten yang dikenal dengan sektor pertaniannya mendapat apresiasi di tingkat nasional, pesan yang muncul menjadi jelas.

Bahwa sawah, petani, dan pangan tetap menjadi fondasi penting pembangunan Indonesia.

Dan pada malam penghargaan itu, nama Sidrap kembali disebut.

Bukan karena sensasi.

Bukan karena kontroversi.

Melainkan karena kontribusi. Sebuah penghargaan yang lahir dari kerja yang tumbuh di pematang sawah, lalu mendapat panggung di ibu kota. (edy)