Logistik sudah sampai atau belum.
Ia juga berkali-kali mengingatkan petugas agar siaga penuh selama 24 jam.
“Beliau bilang jangan sampai ada warga terlambat ditangani,” ujar Ridwan.
Di tengah hujan dan dinginnya air banjir malam itu, Ridwan mengaku melihat sisi lain seorang pemimpin.
Bukan soal jabatan.
Bukan soal kekuasaan.
Tetapi soal hati.
“Saya rasa masyarakat juga bisa merasakan ketulusan itu,” katanya.
Ridwan melihat sendiri bagaimana warga yang tadinya cemas perlahan mulai tenang ketika mengetahui bupatinya datang langsung ke lokasi.
Beberapa warga keluar rumah hanya untuk memastikan kabar tersebut benar.
Dan ketika melihat Syaharuddin berdiri di tengah genangan, banyak yang langsung mendekat.
Mungkin karena mereka merasa tidak sendirian.
“Masyarakat itu sebenarnya sederhana,” lanjut Ridwan.
“Mereka hanya ingin tahu pemimpinnya hadir saat mereka susah.”
Dan malam itu, menurut Ridwan, Syaharuddin Alrif tidak sekadar hadir.
Ia datang membawa rasa peduli yang benar-benar terasa. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
