Sidrap, Katasulsel.com – Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak diderita masyarakat. Sering kali tanpa gejala, penyakit ini dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal. Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) 69 Universitas Hasanuddin menggelar edukasi kesehatan mengenai hipertensi bagi masyarakat Desa Dongi, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu (22/7).

Kegiatan yang berlangsung di Pelataran Posko KKN-PK itu diikuti masyarakat usia dewasa hingga lanjut usia. Edukasi bertujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya mencegah dan mengendalikan hipertensi melalui penerapan gaya hidup sehat.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai hipertensi. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi secara interaktif yang mencakup pengertian hipertensi, faktor-faktor risiko, dampak apabila tekanan darah tinggi tidak dikendalikan, pengenalan Program PATUH sebagai upaya pengendalian hipertensi, pola makan sehat, aktivitas fisik, serta pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin sebagai langkah deteksi dini.

Diskusi berlangsung aktif. Peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga mengajukan berbagai pertanyaan mengenai pola makan, kebiasaan sehari-hari, serta cara menjaga tekanan darah tetap stabil. Sejumlah peserta turut berbagi pengalaman dalam mengelola hipertensi sehingga suasana edukasi menjadi lebih komunikatif dan aplikatif.

“Hipertensi sering kali tidak disadari karena gejalanya tidak selalu muncul. Melalui edukasi ini, kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat agar lebih peduli terhadap pola hidup sehat dan rutin memeriksa tekanan darah sebagai langkah pencegahan komplikasi. Kami berharap informasi yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga risiko hipertensi dapat ditekan,” ujar Adtya Hidayat, mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin yang bertugas di Desa Dongi.

Salah seorang peserta mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi ini membantu masyarakat memahami penyebab hipertensi, faktor-faktor yang meningkatkan risikonya, hingga langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga tekanan darah tetap terkendali.

Sebagai bentuk evaluasi, mahasiswa kembali memberikan post-test di akhir kegiatan. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi setelah mengikuti seluruh rangkaian edukasi.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Dongi semakin sadar akan pentingnya menerapkan perilaku hidup sehat, membatasi konsumsi garam, rutin berolahraga, menghindari kebiasaan merokok, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan penyakit tidak menular serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini

Topik: Sidrap