JAKARTA – Hasil kurang beruntung di Moto3 Belanda 2026 tidak menghapus catatan emas yang telah ditorehkan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, sepanjang musim ini.

Meski gagal finis akibat kecelakaan di Sirkuit Assen, Belanda, Minggu (28/6/2026), Veda tetap menjadi salah satu pembalap Asia yang paling mencuri perhatian di ajang Moto3 musim 2026.

Pembalap Honda Team Asia tersebut bahkan telah menorehkan sejarah baru bagi dunia balap Indonesia setelah berhasil meraih podium ketiga pada Moto3 Brasil, Maret lalu. Prestasi itu menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang mampu naik podium di ajang Grand Prix kelas prototype dunia.

Sepanjang musim 2026, performa Veda terbilang konsisten. Dari sembilan balapan yang telah dijalani, pembalap asal Indonesia itu berhasil mengumpulkan 82 poin dan bertengger di posisi ketujuh klasemen sementara Moto3.

Selain podium di Brasil, Veda juga mencatat dua hasil finis lima besar, masing-masing saat GP Thailand dan GP Ceko. Catatan tersebut membuat namanya semakin diperhitungkan di paddock Moto3.

Pada GP Belanda di Sirkuit Assen, Veda sebenarnya kembali menunjukkan potensi besar. Memulai balapan dari posisi ketujuh, ia tampil agresif sejak lap awal dan berhasil menembus kelompok terdepan.

Bahkan, pada fase awal balapan, Veda sempat naik ke posisi kedua dan terlibat duel sengit memperebutkan pimpinan lomba bersama para pembalap papan atas Moto3.

Namun saat persaingan di grup depan semakin ketat, petaka datang pada lap kedelapan. Motor yang dikendarainya mengalami highside di tikungan lima sehingga membuatnya terjatuh dan gagal menyelesaikan balapan.

Akibat gagal meraih poin di Assen, posisi Veda di klasemen sementara turun ke peringkat ketujuh. Ia kini berada tepat di belakang Hakim Danish yang berhasil naik satu tingkat.

Meski demikian, peluang Veda untuk kembali bersaing di papan atas masih terbuka lebar. Dengan separuh musim yang masih tersisa, pembalap muda Indonesia itu tetap memiliki kesempatan memperbaiki posisi klasemen dan menambah koleksi podium.

Yang terpenting, musim 2026 telah menjadi musim bersejarah bagi Veda. Di usia yang masih sangat muda, ia bukan hanya bersaing dengan talenta-talenta terbaik dunia, tetapi juga berhasil membuka babak baru bagi perjalanan balap motor Indonesia di level Grand Prix. (*)