Sidrap, katasulsel.com β Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali mengirim pesan kuat kepada Indonesia: daerah yang dikenal sebagai Bumi Nene Mallomo itu belum tergoyahkan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Pesan itu mengemuka dalam Panen Raya Jagung Kuartal III yang berlangsung di Desa Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Selasa, 28 Juli 2026. Di tengah hamparan kebun jagung yang menguning, produktivitas panen mencapai angka mencolok, yakni 8 ton per hektare.
Capaian tersebut disaksikan langsung Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro yang hadir bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap, Forkopimda, Perum Bulog, serta ratusan petani.
Namun, yang paling menarik perhatian bukan hanya angka produksi jagung.
Di hadapan Kapolda Sulsel, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif melontarkan undangan khusus yang ditujukan kepada Kapolri.
Ia berharap keberhasilan sektor pertanian Sidrap dapat sampai ke telinga pimpinan tertinggi Polri, bahkan membuka peluang kunjungan langsung ke daerah berjuluk Bumi Nene Mallomo tersebut.
“Panen berikutnya mudah-mudahan Bapak Kapolda bisa menyampaikan kepada Bapak Kapolri agar berkenan datang memanen jagung di Kabupaten Sidrap. Kami siap menyambut beliau di bawah kincir angin Sidrap dengan panorama yang tidak kalah indah dibanding suasana luar negeri,” kata Syaharuddin.
Pernyataan itu langsung mendapat sambutan hangat dari para petani dan tamu undangan yang hadir.
Menurut Syaharuddin, keberhasilan pertanian Sidrap bukanlah hasil kerja semalam. Produktivitas yang terus meningkat lahir dari kolaborasi antara petani, pemerintah, dukungan berbagai lembaga, serta penerapan teknologi pertanian yang semakin maju.
Ia menegaskan Sidrap saat ini terus berkembang sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional yang memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan pangan Indonesia.
Usai sambutan, Kapolda Sulsel bersama Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Nurkanaah, Forkopimda, dan sejumlah pejabat turun langsung ke lahan milik Rusli untuk memanen jagung.
Hasilnya menjadi bukti nyata keberhasilan sektor pertanian daerah tersebut.
Produktivitas mencapai 8 ton per hektare, angka yang menunjukkan peningkatan signifikan sekaligus memperkuat posisi Sidrap sebagai salah satu sentra jagung terbesar di Sulawesi Selatan.
Momentum panen raya semakin semarak ketika Perum Bulog menunjukkan komitmennya terhadap petani.
Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulawesi Selatan dan Barat, Karmila Hasmin Marunta, melakukan pembelian langsung hasil panen jagung senilai Rp48 juta di lokasi kegiatan.
Transaksi dilakukan secara terbuka di tengah lahan panen sebagai bentuk jaminan pasar bagi petani.
Secara simbolis, Kapolda Sulsel menyerahkan hasil pembayaran tersebut kepada Rusli selaku pemilik lahan.
Momen itu menjadi sorotan karena memperlihatkan sinergi nyata antara pemerintah, aparat keamanan, Bulog, dan petani dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan hasil panen terserap pasar.
Bagi petani, kepastian pembelian hasil panen menjadi kabar baik yang memberi semangat untuk meningkatkan produksi pada musim tanam berikutnya.
Panen Raya Jagung Kuartal III ini juga dihadiri Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong, Kepala Kejaksaan Negeri Sidrap Adhi Kusumo Wibowo, jajaran pejabat utama Polda Sulsel, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Sidrap.
Dengan hasil panen yang terus meningkat, dukungan penyerapan oleh Bulog, serta kolaborasi kuat antara pemerintah, aparat, dan petani, Sidrap kembali menegaskan dirinya bukan sekadar daerah penghasil jagung.
Sidrap sedang menunjukkan kepada Indonesia bahwa ketahanan pangan nasional juga tumbuh subur dari hamparan lahan di bawah kincir anginnya. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
