Sidrap, katasulsel.com – Ketika dinosaurus terakhir “menghilang” dari Dino Planet Sidrap, sebagian orang mengira cerita telah selesai.

Anak-anak pulang membawa foto.

Orang tua pulang membawa kenangan.

Namun bagi pelaku UMKM, yang tertinggal bukan sekadar kenangan.

Yang tertinggal adalah omzet.

Selama 23 hari pelaksanaan Event Dino Planet, sejak 31 Mei hingga 22 Juni 2026, uang berputar nyaris tanpa jeda di sekitar lokasi kegiatan. Bukan jutaan. Bukan ratusan juta.

Tetapi menembus Rp1,29 miliar.

Angka tepatnya Rp1.298.957.800.

Nominal yang mungkin tidak pernah dibayangkan banyak orang saat pertama kali melihat replika dinosaurus berdiri di Sidrap.

Ternyata, dinosaurus tidak hanya menghibur anak-anak.

Ia juga “memberi makan” ekonomi lokal.

Data Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Sidrap menunjukkan, perputaran uang terbesar terjadi di area Panker/Mogan dengan omzet mencapai Rp493.682.000.

Disusul kawasan Pelataran, Masjid dan Area Dino Planet sebesar Rp492.153.000.

Sementara UMKM binaan Hasamitra membukukan transaksi Rp313.122.800.

Yang menarik, grafik transaksi justru terus menanjak dari minggu ke minggu.

Pada pekan pertama, omzet tercatat Rp367 juta.

Naik menjadi Rp388 juta pada pekan kedua.

Kemudian melonjak lagi menjadi Rp426 juta pada pekan ketiga.

Artinya, semakin lama event berlangsung, semakin banyak uang yang beredar.

Semakin banyak pedagang yang tersenyum.

Dan semakin banyak dagangan yang habis sebelum malam tiba.

Puncaknya terjadi pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Dalam sehari, omzet UMKM menembus Rp106.494.000.

Jika dibagi rata, berarti lebih dari Rp4 juta berputar setiap jam selama aktivitas berlangsung.

Bagi sebagian pelaku usaha kecil, angka seperti itu biasanya hanya muncul saat momen Lebaran.

Namun kali ini datang dari sebuah taman dinosaurus.

Mungkin itulah yang membuat Dino Planet berbeda.

Ia bukan sekadar wahana hiburan.

Ia berubah menjadi “mesin ekonomi” sementara yang menghidupkan banyak usaha kecil.

Ada yang menjual makanan.

Ada yang menjual minuman.

Ada yang menjual mainan anak.

Ada pula yang menjual berbagai kebutuhan pengunjung yang datang silih berganti.

Salah seorang pelaku UMKM bahkan mengaku memperoleh omzet hampir Rp100 juta selama event berlangsung.

“23 hari yang tak terlupakan di Dino Planet. Terima kasih Bapak Bupati Sidrap yang selalu setia hadir dan mendukung penuh setiap langkah pelaku UMKM. Saya sangat bersyukur dengan adanya event ini. Omzet saya mencapai sekitar Rp97 juta selama 23 hari pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.

Menurutnya, ramainya pengunjung setiap hari, terutama rombongan pelajar dan keluarga, menjadi faktor utama peningkatan penjualan.

Tak heran.

Sepanjang penyelenggaraan event, jumlah pengunjung mencapai 22.599 orang.

Jika dibayangkan, jumlah itu setara dengan satu kecamatan kecil yang datang bergantian selama 23 hari.

Mereka membeli tiket.

Mereka makan.

Mereka minum.

Mereka berbelanja.

Dan seluruh aktivitas itu menciptakan satu efek yang paling disukai para pedagang:

uang terus bergerak.