Sidikalang, Katasulsel.com – Bupati Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Vickner Sinaga dituding ‘mati nurani’. Sindiran pedas dimaksud dipampangkan lewat papan bunga di depan Kantor Bupati di Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Jumat (29/5/2026).
“Turut Berduka Cita Atas Matinya Nurani Bupati Dairi dan Oknum DPRD Yang Mendukung Tambang DPM”, begitu tulisan vulkar mudah dibaca di ruang terbuka.
Di Sampingnya terdapat jejeran belasan papan bunga menggambarkan berbagai kerusakan lingkungan akibat eksploitasi alam di beberapa propinsi. Salah satunya lumpur Lapindo.
Sekretaris DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ilham Nursalim Bintang dan Ketua Komisariat GMNI STAIS, Rahmat Bintang menerangkan, aksi digelar dalam rangka peringatan Hari Anti Tambang.
“Kehadiran Dairi Prima Mineral (DPM) merupakan bencana bagi masyarakat”, kata Ilham dan Rahmat.
Dijelaskan, perusahaan itu telah banyak menimbulkan masalah sejak hadir di daerah ini. Diantaranya banjir bandang menelan korban jiwa di lingkar tambang.
“Sejak hadir, DPM menimbulkan banyak masalah”, ujar Ilham.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Gerson Tampubolon warga Desa Bongkaras menegaskan, tidak mau kehilangan usaha pertanian sebagai sumber pangan keluarga. Mereka tidak hidup dari tambang.
“Kami tidak mau jadi Lapindo ke 2. Kami bukan hidup dari tambang”, ujar Gerson.
Rohani Manalu, manajemen Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YDPK) mengutarakan, aksi tersebut mengingatkan kita pada peristiwa 20 tahun silam dialami masyarakat Sidoarjo, Jawa Timur. Lumpur Lapindo melenyapkan permukiman dan menyengsarakan masyarakat.
Pengunjuk rasa bertahan selama 1 jam di depan kantor dan rumah dinas top manajemen. Namun, tak seorangpun pejabat memberi respons. Entah kemana.
Kondisi itu kontradiktif dan berbeda jauh bila aksi pendukung kapitalis menyampaikan aspirasi. Untuk warga pro tambang, pejabat berani muncul dan tampil tenang berikut senyum.
Sebagamana diketahui, Kementerian Lingkungan Hidup telah menerbitkan revisi Amdal kepada perusahaan penambang seng dan timah hitam berlokasi di Sopokomil Desa Longkotan Kecamatan Silima Pungga-Pungga. Dari hasil eksplorasi, cadangan deposit terakhir 25 juta ton lebih. (*)
