Sidrap, katasulsel.com β Kebiasaan duduk membungkuk, berjalan dengan posisi tubuh yang salah, hingga membawa tas sekolah secara tidak seimbang ternyata masih sering ditemukan pada anak-anak usia sekolah dasar.
Meski terlihat sepele, kebiasaan tersebut dapat memicu gangguan postur tubuh yang berdampak pada kesehatan tulang dan otot di masa depan.
Kondisi itulah yang mendorong Gloria Natalia Pangandaheng, mahasiswa Program Studi Fisioterapi Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, menghadirkan program edukasi kesehatan bertajuk TEGAP (Terapkan Gerakan dan Postur Tubuh yang Baik) di SD Negeri 5 Lancirang, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin tersebut menyasar siswa sekolah dasar sebagai kelompok usia yang sedang berada dalam masa pertumbuhan.
Melalui program ini, para siswa diajak memahami bahwa postur tubuh yang benar bukan hanya soal penampilan, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan dan kenyamanan saat beraktivitas.
Sejak pagi, suasana belajar di SD Negeri 5 Lancirang tampak berbeda.
Para siswa mengikuti edukasi interaktif mengenai cara menjaga posisi tubuh yang baik saat duduk, berdiri, berjalan, hingga ketika membawa tas sekolah.
Materi tidak disampaikan secara monoton.
Gloria mengemas edukasi tersebut melalui permainan menarik bertajuk “Tebak Postur”, yang mengajak siswa mengenali mana kebiasaan yang benar dan mana yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi.
Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga langsung mempraktikkan berbagai gerakan yang diperagakan.
Mulai dari posisi duduk saat belajar, cara berjalan yang benar, hingga teknik membawa tas sekolah agar tidak membebani salah satu sisi tubuh secara berlebihan.
Menurut Gloria, kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan anak.
Karena itu, edukasi sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai gangguan muskuloskeletal di kemudian hari.
“Kami berharap setelah mengikuti edukasi ini, adik-adik dapat mulai menerapkan postur tubuh yang benar dalam aktivitas sehari-hari sehingga dapat mencegah gangguan postur dan menjaga kesehatan tubuh sejak usia dini,” ujarnya.
Selain praktik langsung, kegiatan juga diisi sesi diskusi dan tanya jawab yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pengalaman serta kebiasaan mereka selama ini.
Melalui pendekatan yang menyenangkan, pesan kesehatan menjadi lebih mudah diterima dan dipahami oleh peserta.
Program TEGAP menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dalam membangun kesadaran hidup sehat di lingkungan sekolah.
Bukan hanya mengobati ketika sakit, tetapi mengajarkan cara mencegah masalah kesehatan sejak dini.
Di SD Negeri 5 Lancirang, langkah kecil itu dimulai dari sesuatu yang sederhana: cara duduk, cara berjalan, dan cara membawa tas sekolah dengan benar. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .

