Sidrap, katasulsel.com — Ada orang mengejar prestasi dengan fasilitas lengkap.
Ada pula yang memulainya dari jalan, tanjakan, lumpur, batu, dan keberanian untuk jatuh lalu bangun lagi.
Fauzan termasuk yang kedua.
Atlet balap sepeda asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) itu kini sedang menatap satu target: Porprov XVIII Sulawesi Selatan 2026 di Wajo dan Bone.
Ia tidak datang dengan cerita instan.
Perjalanannya dimulai pada 2021. Saat itu Fauzan mulai serius mengayuh sepeda, bergabung dengan Sodeng Bike, sekaligus masuk dalam pembinaan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI).
Dari sana, sepeda bukan lagi sekadar alat olahraga.
Ia menjadi kendaraan menuju prestasi.
Nomor yang digelutinya bukan nomor yang ramah kepada kaki dan tubuh. Mountain Bike (MTB), khususnya Cross Country (XC) dan Enduro, mengharuskan pembalap berhadapan dengan tanjakan, turunan, tikungan, medan licin, bebatuan, dan tentu saja rasa lelah yang kadang datang lebih cepat daripada garis finis.
Tetapi Fauzan terus mengayuh.
Tahun 2022 menjadi salah satu titik penting.
Di event Open Cross Country Jeneponto, ia merebut juara tiga. Tidak lama kemudian, di Belopa, ia naik lebih tinggi: juara satu.
Lalu datang kesempatan yang lebih besar.
Porprov Sulsel di Bulukumba.
Membela nama Sidrap, Fauzan berhasil menjadi juara satu nomor MTB XC.
Medali itu tentu bukan sekadar angka di daftar prestasi. Ada latihan, jatuh, bangun, perjalanan, dan berulang kali mengukur kemampuan diri sendiri di atas lintasan.
Fauzan kemudian mencoba Enduro.
Hasilnya juga tidak mengecewakan.
Ia menjadi juara satu Enduro di Soppeng. Kemudian juara tiga pada Enduro Series pertama di Bili-Bili, Gowa, dan kembali merebut juara tiga pada series kedua.
Pelan-pelan namanya mulai diperhitungkan.
Ia bahkan mengikuti seleksi atlet Pra-PON Sulsel dan berhasil menempati peringkat pertama.
Di ajang Pra-PON di Sumatera Selatan, tantangannya tentu berbeda. Sekitar 60 peserta turun bersaing.
Fauzan finis di posisi ke-18.
Mungkin bukan podium.
Tetapi justru di situlah pengalaman mahal seorang atlet sering diperoleh.
Sebab seorang pembalap tidak hanya belajar bagaimana menjadi juara. Ia juga harus belajar bagaimana kalah, membaca kesalahan, lalu kembali ke lintasan.
Tahun 2023, Fauzan kembali naik podium.
Ia meraih juara satu Makassar Sport Festival. Di nomor Enduro, ia menjadi juara empat di Palopo dan juara dua di Bantaeng.
Lalu datang 2025.
Prestasinya semakin berwarna.
Juara satu XC Palopo.
Juara lima Enduro Grafiti Race Soroako.
Juara tiga Pra Porprov 2025.
Belum selesai.
Ia kembali meraih juara satu Makassar Race 2025 dan juara satu Event XC Rappang.
Di Enduro Grafiti Race Palu, ia menempati posisi kedua.
Terakhir, pada Kejuaraan Fun XC Maros, Fauzan kembali naik podium dengan meraih juara dua.
Kalau semua itu disusun dalam satu daftar, kelihatannya memang seperti kumpulan angka dan medali.
Tetapi bagi seorang atlet, setiap angka punya cerita sendiri.
Ada pedal yang terus diputar ketika kaki sudah berat.
Ada tanjakan yang terasa tidak habis-habis.
Ada turunan yang harus dilalui dengan keberanian.
Dan ada garis finis yang selalu terlihat lebih dekat setelah seseorang memilih untuk tidak berhenti.
Kini Fauzan kembali menatap panggung yang lebih besar.
Porprov XVIII Sulsel 2026.
Kali ini ia membawa nama Sidrap.
Bersama Sekretaris Umum KONI Sidrap, Syamsuddin Saleng, Fauzan menyatakan kesiapannya menghadapi ajang tersebut.
Nada bicaranya optimistis.
Ia bahkan memasang target tinggi: menjadi pemenang dan membawa nama Sidrap harum di Porprov XVIII.
Target memang harus tinggi.
Kalau targetnya rendah, tanjakan pertama saja mungkin sudah cukup.
Tetapi Fauzan tahu, podium tidak bisa dimenangkan hanya dengan optimisme.
Ia harus membuktikannya di lintasan.
Di sana tidak ada cerita tentang siapa yang paling banyak bicara.
Yang dihitung adalah siapa yang paling kuat mengayuh sampai garis akhir.
Bagi Sidrap, Fauzan bukan sekadar satu nama dalam daftar atlet.
Ia adalah bagian dari regenerasi olahraga daerah.
Dan perjalanan sejak 2021 menunjukkan satu hal: prestasi tidak selalu lahir dari jalan yang mulus.
Kadang justru lahir dari jalan yang berbatu.
Seperti lintasan yang dipilih Fauzan.
Kini waktunya mengayuh lebih kencang.
Wajo dan Bone sudah menunggu.
Fauzan siap membawa sepeda, keberanian, dan nama Sidrap ke lintasan Porprov XVIII.
Semoga kali ini bukan sekadar finis.
Tetapi pulang membawa podium.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
