SIDRAP, Katasulsel.com — Porprov XVIII Sulawesi Selatan 2026 memang belum dimulai.
Tetapi bagi KONI Sidrap, hitung-hitungan medali sudah harus dimulai dari sekarang.
Bukan nanti ketika atlet sudah berangkat.
Bukan pula setelah pertandingan selesai.
Target menembus 10 besar harus mulai diuji sejak masa persiapan.
Itulah yang menjadi salah satu benang merah konsolidasi KONI Kabupaten Sidenreng Rappang bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidrap serta para kepala pelatih cabang olahraga (cabor), Sabtu (22/8/2026).
Sebanyak 15 kepala pelatih cabor hadir dalam pertemuan tersebut.
Suasananya bukan sekadar rapat.
Ada semacam pertanyaan besar yang harus dijawab bersama: seberapa siap Sidrap bertarung di Porprov XVIII?
Sebab target 10 besar tidak bisa dibangun dari optimisme saja.
Harus ada data.
Harus ada pemetaan.
Dan yang paling penting, harus diketahui siapa atlet yang benar-benar punya peluang membawa pulang medali.
Karena itu, jajaran pelatih didorong mulai melakukan pemetaan potensi atlet secara lebih terukur.
Mana yang berpeluang emas.
Mana yang realistis mengejar perak atau perunggu.
Mana yang masih membutuhkan latihan lebih panjang.
Dan mana yang harus mendapat perhatian khusus.
Cara berpikir seperti ini penting.
Sebab di arena Porprov, semangat saja tidak cukup.
Lawan juga berlatih.
Daerah lain juga menghitung medali.
Semua datang membawa target masing-masing.
Kadispora Sidrap dalam pertemuan tersebut mendorong agar persiapan dilakukan secara terencana, terukur dan terintegrasi.
Termasuk memperkuat organisasi, pendampingan serta monitoring dan evaluasi (monev) di masing-masing cabor.
Dengan begitu, KONI tidak hanya menerima laporan di atas kertas.
KONI harus tahu kondisi atlet di lapangan.
Karena itu, Ketua Umum KONI Sidrap menegaskan agar seluruh cabor mulai mempersiapkan pemusatan latihan.
KONI akan turun melakukan pendampingan, melihat langsung pola latihan, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan atlet dan pelatih yang memang perlu difasilitasi.
Ini penting.
Sebab kadang masalah seorang atlet bukan karena tidak mampu berprestasi.
Bisa jadi karena sepatu.
Bisa jadi karena perlengkapan.
Bisa jadi karena fasilitas latihan.
Atau bahkan soal kesehatan.
Dan hal-hal kecil seperti itu bisa menjadi besar ketika pertandingan sudah dimulai.
Karena itu, persiapan KONI Sidrap ke depan tidak berhenti pada urusan lapangan.
Koordinasi lintas sektor juga mulai disiapkan.
KONI Sidrap akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan kebutuhan layanan kesehatan atlet selama masa latihan maupun menghadapi Porprov.
KONI juga akan menemui Dinas Ketenagakerjaan untuk membahas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi atlet dan pelatih.
Artinya, atlet tidak hanya dipersiapkan untuk bertanding.
Tetapi juga dipikirkan perlindungannya.
Di situlah olahraga mulai dikelola sebagai sebuah sistem.
Bukan sekadar kumpulan orang yang berlatih lalu dikirim bertanding.
Lima belas kepala pelatih, Disporapar, dan KONI Sidrap kini berada dalam satu gerbong.
Tujuannya sama.
Membangun olahraga Sidrap yang lebih terorganisasi.
Lebih terukur.
Lebih berprestasi.
Dan tentu saja, lebih membanggakan.
Porprov XVIII akan menjadi panggung pembuktian.
Target 10 besar sudah diletakkan di meja.
Sekarang tinggal satu pekerjaan besar:
membuktikan bahwa target itu bukan sekadar kalimat dalam rapat.
Karena medali tidak pernah lahir di podium.
Medali lahir jauh sebelumnya.
Di lapangan latihan.
Di pagi yang dingin.
Di tubuh yang lelah.
Di pelatih yang terus mengoreksi.
Dan pada atlet yang tetap datang berlatih ketika orang lain memilih tidur.
KONI Sidrap sudah mulai menghitung.
Kini para atlet tinggal membuktikan.
KONI SIDRAP — BANGKIT BERPRESTASI. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
