Sidrap, Katasulsel.com — Biasanya traktor sibuk membelah tanah dan mesin pompa air bekerja mengairi sawah. Namun, pemandangan berbeda terlihat di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

Ratusan alat pertanian mendadak berubah menjadi “kendaraan karnaval”.

Traktor, mesin pompa air, alat penggiling padi hingga berbagai kendaraan pendukung pertanian dihias dengan warna-warni. Ada yang dibalut ornamen bernuansa merah putih, ada pula yang membawa kreativitas dan identitas khas masyarakat Sidrap.

Alat-alat yang sehari-hari berada di sawah itu kemudian berjejer dalam iring-iringan Lomba Karnaval Hias Alat Pertanian tingkat Kabupaten Sidrap.

Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemandangan itu sontak menjadi tontonan tersendiri bagi warga. Jalan yang biasanya dilewati kendaraan biasa, berubah menjadi panggung berjalan yang menampilkan wajah pertanian Sidrap.

Yang menarik, peserta tidak sekadar menghias alat pertanian.

Dekorasi yang ditampilkan juga membawa pesan tentang kearifan lokal sekaligus menggambarkan identitas Sidrap sebagai salah satu daerah yang memiliki kekuatan besar di sektor pertanian.

Di balik kemeriahan tersebut, ada pesan yang ingin disampaikan pemerintah daerah.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, kegiatan itu bukan sekadar hiburan untuk memeriahkan hari kemerdekaan.

Menurutnya, alat-alat pertanian yang ikut dikarnavalkan merupakan simbol penting dari kehidupan masyarakat Sidrap.

“Kegiatan ini bukan sekadar perayaan kemerdekaan, melainkan bentuk penghormatan dan kebanggaan kita terhadap para petani yang menjadi tulang punggung ekonomi Kabupaten Sidrap,” ujar Syaharuddin.

Ia mengapresiasi kreativitas dan antusiasme masyarakat yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Syaharuddin berharap semangat gotong royong yang terlihat dalam karnaval tidak berhenti ketika iring-iringan selesai.

“Semoga semangat gotong royong dan kreativitas yang ditunjukkan dapat terus memajukan sektor pertanian di daerah kita,” katanya.

Karnaval berlangsung tertib dan meriah. Warga terlihat antusias menyaksikan satu per satu alat pertanian yang telah disulap dengan berbagai dekorasi melintas di sepanjang rute.

Bagi masyarakat, karnaval ini bukan hanya soal siapa yang paling bagus menghias traktor atau kendaraan pertanian.

Ada cerita lain yang ikut berjalan di dalamnya: tentang petani, sawah, kerja keras, dan identitas Sidrap sebagai daerah agraris.

Hari itu, mesin-mesin yang biasanya bekerja di balik hamparan sawah justru tampil di jalanan.

Untuk sesaat, traktor tak lagi hanya menjadi alat bertani. Ia berubah menjadi bagian dari pesta kemerdekaan. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini