Menurutnya, Festival Muharram merupakan ruang mempertemukan masyarakat dalam suasana keagamaan yang hangat. Pawai, perlombaan, hingga doorprize hanyalah jembatan untuk memperkuat ukhuwah dan menanamkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda.

“Yang paling penting bukan siapa yang membawa pulang motor, tetapi bagaimana kegiatan ini mampu menghadirkan kebersamaan dan kecintaan terhadap syiar Islam,” ujarnya.

Festival Muharram tahun ini juga mendapat dukungan dari PT Gebyar Cinta Sholawat Tour and Travel yang menjadi sponsor utama kegiatan.

Selama enam hari pelaksanaan, mulai 16 hingga 21 Juni 2026, kawasan Doping berubah menjadi pusat aktivitas masyarakat. Berbagai lomba olahraga, seni Islami, dan keagamaan diikuti peserta dari Kecamatan Penrang, Sajoanging, hingga Takkalalla.

Antusiasme warga yang terus meningkat dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa Festival Muharram bukan lagi sekadar agenda pesantren. Ia telah tumbuh menjadi perayaan rakyat yang memadukan syiar, silaturahmi, hiburan, dan harapan.

Dan tahun ini, dari ribuan kupon yang beredar, satu lembar kecil berhasil mengubah hari seorang guru menjadi cerita yang akan dikenang lama oleh warga Doping.(tp)