Perempuan berdarah Bugis itu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya, yang tumbuh dari lingkungan masjid dan kehidupan sosial masyarakat setempat.
Fitroh menikah pada usia 28 tahun, tepat pada 30 Mei 2026, dalam sebuah pesta pernikahan yang berlangsung meriah dan dihadiri masyarakat Desa Enrekeng.
Warga setempat menyebut pernikahan tersebut sebagai “pesta kebahagiaan bersama”, karena sosok Fitroh telah lama dianggap sebagai bagian dari keluarga besar desa.
Teladan Generasi Muda
Kisah Fitroh Supianto menjadi potret langka di era sekarang—seorang pemuda yang memilih jalan pengabdian, pendidikan, dan spiritualitas di tengah godaan dunia modern.
Dari imam kontrak Ramadan hingga dipercaya menjadi imam rawatib seumur hidup, dari mahasiswa hingga suami seorang putri desa, perjalanan hidupnya menjadi inspirasi bahwa pengabdian tidak pernah sia-sia. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
